Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Cuaca buruk di perairan selatan Tulungagung dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak nelayan enggan melaut. Kondisi ini diperkirakan akan menurunkan produksi perikanan tangkap tahun ini dan berimbas pada capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor jasa timbang.
Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Lugu Tri Handoko, mengatakan mayoritas kapal nelayan setempat berkapasitas di bawah 10 gross ton (GT) dengan jangkauan maksimal 10 mil dari pantai. Kapal dengan spesifikasi tersebut dinilai berisiko tinggi beroperasi di tengah cuaca ekstrem.
“Sekarang cuaca tidak menentu. Nelayan lebih memilih tidak melaut karena membahayakan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Baca juga : Harapan dan Haru Warnai Pengukuhan Paskibra Kabupaten Kediri 2025
Akibat minimnya aktivitas melaut, hasil tangkapan ikan beberapa bulan terakhir turun drastis. Kondisi ini membuat pihaknya pesimistis target PAD dari retribusi jasa timbang sebesar Rp74 juta pada 2025 dapat tercapai.
Hingga semester pertama tahun ini, realisasi PAD baru mencapai Rp18,7 juta atau sekitar 25 persen dari target. Retribusi jasa timbang di tempat pelelangan ikan (TPI) ditetapkan sebesar Rp3.000 per keranjang berisi 90 kilogram ikan.
“Kami berharap cuaca segera membaik, sehingga capaian PAD setidaknya bisa mendekati target,” pungkas Lugu.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





