LINGKARWILIS.COM – Meski telah berusia lebih dari empat dekade, usaha kerajinan cor kuningan yang berada di Dusun Senen Selatan, Desa Mojotisrono, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, terus menunjukkan ketangguhannya. Dikelola oleh Istono (64), bengkel yang dikenal dengan nama UD Ganesa ini tetap produktif dan bahkan mengekspor produknya hingga ke Eropa, Asia, dan Amerika.
Didirikan sejak tahun 1980, UD Ganesa merupakan bisnis keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. “Saya hanya melanjutkan usaha yang sudah dirintis keluarga sejak dulu,” ungkap Istono saat ditemui, Senin (21/4/2025).
Produksi dilakukan secara massal dan berbasis pesanan. Dalam sehari, tempat ini mampu memproduksi antara 150 hingga 200 unit, dengan beragam bentuk seperti arca, replika binatang, dan model unik lainnya. “Paling sering dipesan arca dan bentuk binatang, karena itu yang paling diminati pelanggan,” jelasnya.
Menikmati Anjasmoro Valley, Wisata Alam Baru nan Sejuk di Wonosalam Jombang
Harga produk di pasar lokal dibanderol mulai dari Rp30 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran dan kerumitan. Namun, untuk ekspor, nilainya bisa meningkat hingga tiga kali lipat.
Menariknya, fluktuasi nilai tukar justru memberi keuntungan bagi Istono. “Kalau dolar naik, ya justru kami diuntungkan. Harga jual lebih kompetitif di luar negeri, jadi potensi permintaan meningkat,” tuturnya.
Situasi serupa juga pernah dirasakan saat krisis moneter pada 1990-an, ketika permintaan ekspor justru meningkat. Sementara untuk ketersediaan bahan baku, Istono mengandalkan pemasok lokal dari daerah Mojoagung, serta kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo.
“Kami ambil dari pengepul rosok di daerah Mojoagung dan sekitarnya, juga dari kota-kota lain seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo,” pungkasnya. (st2)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





