Kediri, LINGKARWILIS.COM – Posyandu Terpadu di Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi bagi balita, lansia, dan masyarakat umum secara rutin setiap bulan.
Hal ini menjadi model pelayanan kesehatan masyarakat yang efektif dengan menggabungkan beberapa jenis layanan di satu lokasi.
Bidan Desa Bulu, Siti Sulasiah, menjelaskan bahwa Posyandu Terpadu mencakup Posyandu Gandul Balita, Posyandu lansia, dan Posbindu. Semua layanan kesehatan dilaksanakan di satu lokasi, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

“Pelayanan ini mencakup semua, mulai dari balita hingga lansia, dalam satu waktu dan tempat,” ujarnya pada Selasa (14/1/2025).
Berbagai layanan kesehatan yang disediakan meliputi penimbangan balita, pengukuran tubuh, pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, hingga deteksi dini penyakit seperti TBC.
Baca juga : Wabup Kediri Pantau Program MBG di SMP Negeri I Kayen Kidul
Selain itu, terdapat layanan pengobatan sederhana serta pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu, kacang hijau, dan telur yang didukung oleh pemerintah desa.
Program ini mencatatkan prestasi pada 2018, di mana Posyandu Gandul Balita berhasil masuk dalam 16 besar tingkat kabupaten. Namun, upaya peningkatan kualitas layanan tetap diperlukan, terutama dalam menyediakan PMT yang lebih bervariasi dan memadai.
“Kami berharap dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak untuk meningkatkan fasilitas dan memastikan pelayanan kesehatan ini dapat berjalan lebih optimal,” lanjut Sulasiah.
Meski begitu kegiatan ini juga menghadapi kendala terkait keterbatasan lokasi.
“Tempatnya kurang luas, sehingga kurang nyaman bagi masyarakat yang hadir. Kami berharap ada penambahan fasilitas dan lokasi yang lebih representatif,” ujar Sulasiah.
Kepala Desa Bulu, Sya’roni, A.Md. Kep, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam pelaksanaan Posyandu Terpadu.
“Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempererat kerukunan antarwarga. Dengan melibatkan Babinkamtibmas dan perangkat desa, suasana pelaksanaannya selalu guyub rukun,” harapnya.
Antusiasme masyarakat yang meningkat setiap bulan menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengakomodasi warga di daerah terpencil, mobil siaga desa disiapkan guna menjangkau mereka yang kesulitan datang ke lokasi.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





