KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Desa Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, terus memperkuat program ketahanan pangan dengan mengembangkan budidaya ikan lele melalui sejumlah kolam yang dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Kepala Desa Bulu, Sya’roni, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah pusat yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengembangkan budidaya ikan lele di beberapa kolam yang telah disiapkan.
“Alhamdulillah pagi ini kami berada di lokasi ketahanan pangan desa, tepatnya di kolam lele. Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (17/3/2026).
Baca juga : DPRD Kota Kediri Sosialisasikan Bansos dan Dana Kelurahan, Ini Infonya
Ia menjelaskan, saat ini terdapat enam kolam lele yang telah terisi bibit ikan. Setiap kolam diisi sekitar 6.500 ekor, sehingga total bibit yang dibudidayakan mencapai puluhan ribu ekor.
“Di Desa Bulu saat ini ada enam kolam lele yang sudah terisi. Masing-masing kolam berisi sekitar 6.500 ekor. Selain sektor perikanan, kami juga memiliki program ketahanan pangan di sektor pertanian yang berada di area persawahan,” terangnya.
Menurutnya, hasil budidaya lele tersebut nantinya akan dikelola melalui BUMDes Mart dan direncanakan bekerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, hasil panen lele dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk mendukung program pemerintah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi desa.
“Tujuan utama program ini adalah untuk menambah Pendapatan Asli Desa. Nantinya lele yang dipanen akan kami kelola melalui BUMDes dan rencananya bekerja sama untuk mendukung program makan bergizi gratis,” jelasnya.
Baca juga : Hujan Tak Hambat Kelancaran Lalu Lintas di Kota Kediri
Program budidaya lele tersebut telah dimulai sekitar satu bulan lalu, sementara proses pengisian bibit ke dalam kolam dilakukan dalam dua minggu terakhir.
Sya’roni menargetkan panen perdana dapat dilakukan dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. Ia berharap program ini berjalan sukses sehingga hasilnya dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat desa.
“Target panen sekitar tiga bulan. Kami berharap program ini berhasil sehingga hasilnya bisa kembali dimanfaatkan untuk masyarakat desa,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur lembaga desa serta pengurus BUMDes untuk bersama-sama mendukung dan mengawal program tersebut agar dapat berjalan lancar serta berkelanjutan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





