BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Diduga dilatarbelakangi persoalan rumah tangga, seorang pria di Dusun Kebonduren, Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (7/1/2026).
Korban diketahui bernama Sujarno (40), warga setempat. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB, saat ibu korban masuk ke dalam rumah karena suasana yang mencurigakan dan sepi.
“Saat dicek ke dalam rumah, korban sudah ditemukan dalam keadaan tergantung,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar.
Korban ditemukan menggantung menggunakan tali tampar sepanjang kurang lebih tiga meter yang diikatkan pada kayu blandar atap rumah, dengan lilitan di bagian leher. Mengetahui kejadian itu, ibu korban segera meminta pertolongan kepada warga sekitar, yang kemudian melaporkannya ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bekas aniaya. Peristiwa ini murni gantung diri,” jelas AKP Samsul.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, sebelumnya korban pernah mencoba melakukan aksi serupa dan sempat berhasil dicegah oleh keluarga.
Polisi juga mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga dengan istrinya. Bahkan, sehari sebelum kejadian, korban sempat mengunggah status di aplikasi WhatsApp berisi keinginan untuk mengakhiri hidup serta permintaan maaf kepada rekan-rekannya.
“Informasi dari keluarga, korban memang sedang memiliki masalah dengan istrinya,” pungkas AKP Samsul.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





