NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Warga Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk digemparkan dengan peristiwa meninggalnya seorang kakek berusia 70 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Korban diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.
Korban diketahui bernama Sumilan. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi gantung diri di samping rumahnya, Sabtu (27/12/2025) pagi. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah dugaan kuat bahwa korban tidak mampu menahan beban utang pada bank harian atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai bank titil.
Jasad Sumilan pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek abu-abu tanpa baju, dengan posisi tubuh menghadap ke arah timur.
Baca juga : Dandim 0809/Kediri Tinjau Progres Jembatan Gantung Garuda di Kecamatan Kepung
Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas dari Polsek Gondang bersama Tim Inafis Polres Nganjuk telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian.
“Hasil pemeriksaan di lokasi dan pengecekan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kesimpulannya, korban meninggal akibat gantung diri,” jelas Iptu Fajar, Senin (29/12/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif dugaan bunuh diri mengarah pada persoalan ekonomi. Dari keterangan saksi dan pihak keluarga, korban diketahui memiliki tanggungan utang pada bank harian yang belum mampu dilunasi.
Baca juga : Proyek Revitalisasi Jalan Stasiun Kediri Segera Diresmikan, Ini Persiapannya
“Tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu. Korban memiliki cicilan kredit harian yang belum terselesaikan dan hal itu diduga memengaruhi kondisi psikologisnya,” tambahnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin





