Sub Koordinator Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dinsos Jatim, Ronny Gunawan, menjelaskan bahwa mereka akan terus melakukan pendekatan kepada keluarga untuk mendukung pelepasan pasung. “Harapannya tahun depan tidak ada lagi ODGJ yang dipasung. Kami akan melakukan pendekatan dengan keluarga, setelah dilepas, ODGJ akan kami bina dan didik,” jelas Ronny pada Jumat (25/10/2024).
ODGJ yang terpasung biasanya berada dalam pengawasan keluarga dengan kondisi dikurung, dirantai, atau kaki yang dipasung dengan kayu. Ronny mengakui bahwa pemasungan sering kali dilakukan karena keluarga khawatir ODGJ akan mengamuk.

Oleh karena itu, pemahaman dan dukungan dari keluarga menjadi penting dalam upaya pelepasan ini. “Kami akan mendorong keluarga agar turut membantu dalam program pembebasan pasung ini,” tambahnya.
Menurut data yang ada, di Jawa Timur terdapat sekitar 259 ODGJ yang masih hidup dalam kondisi terpasung, sementara di Kabupaten Blitar tercatat 20 orang, di mana 6 di antaranya sudah dibebaskan. Ronny berharap sisanya akan segera menyusul. “Semoga bisa segera dituntaskan,” ucapnya.
Pelepasan pasung tidak hanya berlangsung di Blitar, tetapi juga di daerah lain seperti Kediri yang telah membebaskan 8 orang ODGJ dan Tulungagung dengan 27 orang. Daerah lainnya akan dilakukan secara bertahap.
Baca juga :Β Debat Perdana Pilbup Ponorogo Memanas, Para Paslon Saling Tantang Data Hasil Pertanian
Berdasarkan data, Kabupaten Blitar berada di urutan keempat jumlah ODGJ terpasung di Jawa Timur, setelah Sampang, Probolinggo, dan Madiun. Ronny menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perangkat di lapangan untuk memastikan keberhasilan program pelepasan pasung ini.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin