Kediri, LINGKARWILIS.COM –Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar Exhibition Museum di Taman Sekartaji pada 29–31 Agustus 2025, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pameran ini menghadirkan koleksi museum, komunitas seni budaya, serta kolektor se-Karesidenan Kediri, termasuk koleksi bersejarah percetakan Tan Khoen Swie.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Ahmad, menyebutkan kegiatan tersebut diikuti 8 museum, 6 komunitas budaya, dan satu kolektor percetakan kuno.
“Di antara koleksi yang dipamerkan ada percetakan kuno. Ini merupakan satu-satunya percetakan tua yang masih ada di Kediri,” ungkapnya.
Delapan museum yang terlibat antara lain Museum Song Terus dan Cagar Budaya (Pacitan), Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian UNAIR Surabaya, Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), Museum Daerah Tulungagung, Museum Penataran (Blitar), Museum Anjuk Ladang (Nganjuk), Museum Sri Aji Jayabaya (Kabupaten Kediri), serta Museum Airlangga (Kota Kediri).
Baca juga : 123 Pelaku Kerusuhan Kediri Diamankan Polisi, Mayoritas Masih Pelajar Sekolah
Sementara itu, enam komunitas budaya yang turut berpartisipasi yakni:
-
Komunitas Pelestari Budaya Kadhiri dengan koleksi foto sejarah kuno, buku sejarah Jawa, dan artefak.
-
Komunitas Tapak Jejak Kediri yang memamerkan foto peninggalan Kerajaan Kediri serta pusaka keris dan pedang.
-
Komunitas Omah Panji dengan cinderamata, patung, miniatur, lukisan dolanan tempo dulu, hingga relief.
-
Komunitas Perupa Kediri yang menampilkan karya lukis di atas kanvas.
-
Komunitas Omah Suket dengan mainan tradisional dan wayang suket.
-
Komunitas Tosan Aji Panji Kahuripan yang menghadirkan pusaka keris era Kerajaan Kediri.
Adapun kolektor percetakan Tan Khoen Swie Kediri memamerkan foto-foto lawas Kediri, mesin cetak buku kuno, serta karya cetakan legendarisnya.
Selain pameran, pengunjung juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni. Pada 29 Agustus 2025, tampil Sanggar Ndalem Deobroto, peragaan busana, Tari Pecut Sekar Kantil, hingga edukasi batik dan budaya Panji.
Hari kedua (30 Agustus) diisi dengan lomba menyanyi anak, fashion show, pertunjukan musik, dan baca puisi. Sementara itu, hari terakhir (31 Agustus) ditutup dengan lomba mewarnai.***
Reporter : Ely Burhan
Editor : Hadiyin





