PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Serangan hama wereng kembali menjadi ancaman serius bagi lahan pertanian di Kabupaten Ponorogo. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) mencatat, hingga pertengahan Juli 2025, seluas 89,79 hektar sawah terdampak hama tersebut.
Dibandingkan awal Juni lalu yang hanya tercatat 27 hektar, lonjakan ini cukup signifikan. Dari total lahan terdampak, 2,6 hektar dinyatakan puso atau gagal panen total.
“Sebagian besar hanya mengalami kerusakan ringan, tapi ada 2,6 hektare yang tak bisa diselamatkan,” ujar Suwarni, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dipertahankan, Jumat (11/7/2025).
Baca juga : Mbak Cicha Tampilkan Motif Khas Kabupaten Kediri di Puncak HUT Dekranas ke-45
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan curah hujan dan panas yang silih berganti, menjadi pemicu utama peningkatan populasi wereng. Serangan ini telah dilaporkan terjadi di sembilan kecamatan, yakni Kauman, Ponorogo, Babadan, Badegan, Sukorejo, Jambon, Siman, Jenangan, dan Sambit.
“Penyebarannya cepat. Kami sudah distribusikan 300 liter pestisida untuk membantu petani mengatasi serangan ini,” jelasnya.
Suwarni juga menekankan bahwa efektivitas penyemprotan sangat bergantung pada teknik yang benar. Ia mengingatkan para petani agar tidak hanya menyemprot bagian atas tanaman, melainkan juga hingga ke pangkal batang, tempat wereng sering bersembunyi.
Baca juga : Siswa SMK 1 Pawyatan Daha Praktik Kerja di Kantor PDAM Kota Kediri, Ini yang Didapat
Meski begitu, ia memastikan bahwa serangan hama tersebut belum berdampak besar terhadap ketahanan pangan daerah. Dengan luas tanam padi sekitar 30 ribu hektare per musim, kerusakan saat ini masih tergolong kecil secara proporsional.
“Yang penting, petani harus cepat tanggap. Hama wereng bisa segera mati jika terkena pestisida secara langsung,” tutupnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





