Kediri, LINGKARWILIS.COM – Meski masih berada dalam periode kemarau basah pada bulan Juli ini, para petani di Kabupaten Kediri tetap waspada terhadap potensi serangan hama wereng dengan melakukan gerakan pengendalian (gerdal) secara rutin. Gerdal berupa penyemprotan pestisida ini menyasar tanaman padi dan jagung guna mencegah serangan sejak dini.
Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri pun turut melakukan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi di lapangan.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa kegiatan gerdal sudah secara intensif dilakukan oleh kelompok tani (poktan) di berbagai wilayah. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang dapat mempercepat perkembangan hama.
Baca juga : Ikan Cupang Semakin Diminati, Kediri Aquatic Edukasi Pelajar dan Masyarakat
“Kami lakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan gerakan pengendalian dilakukan dengan baik. Meski hingga saat ini belum ada laporan serangan wereng, kewaspadaan tetap diperlukan agar petani tidak mengalami kerugian,” ujarnya.
Sukadi menambahkan, wereng biasanya menyerang tanaman saat memasuki fase pertumbuhan. Pada tanaman jagung, hama ini sering ditemukan di sela-sela daun, sementara pada padi menyerang batang hingga daun. Jika tidak segera ditangani, serangan wereng bisa menyebabkan tanaman layu hingga puso (gagal panen).
Ia juga mengimbau agar petani melakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari, saat kondisi cuaca mendukung efektivitas pestisida. “Cuaca seperti sekarang mendukung berkembangnya organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga tindakan cepat sangat dibutuhkan agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu,” tandasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





