Kediri, LINGKARWILIS.COM β Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak selama masa libur sekolah. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya remaja yang terlibat dalam aktivitas negatif seperti balap liar, geng motor, hingga konvoi perguruan silat.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr. dr. Nurwulan Andadari, menilai masa liburan seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti menambah pengetahuan, mengembangkan keterampilan, atau membantu orang tua, bukan justru terlibat dalam aktivitas yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, balap liar tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu praktik perjudian serta mengancam keselamatan karena para pelaku umumnya tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Baca juga :Β Bupati Kediri Mas Dhito Terima Penghargaan pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Ini Infonya
“Catatan dari kami, banyak orang tua atau masyarakat yang menginformasikan kepada kami bahwa selama liburan ini justru ada remaja yang mengikuti komunitas dengan kegiatan yang cenderung negatif, anarkis, dan merugikan orang lain. Kami ingin orang tua lebih mengawasi anak-anaknya, terutama ketika keluar rumah pada malam hari,” ujar Andadari.
Ia juga mendorong sekolah untuk menghadirkan kegiatan alternatif selama masa liburan yang dapat memperkaya wawasan dan mengembangkan kreativitas peserta didik. Menurutnya, aktivitas edukatif akan menjadi sarana positif bagi remaja dalam mengisi waktu luang.
Selain itu, Andadari menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak. Lingkungan yang positif dinilai mampu memperkuat mental, spiritual, serta membentengi remaja dari berbagai pengaruh negatif.
Baca juga :Β DPRD Kabupaten Kediri Desak PUPR Percepat Penanganan Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengguna Jalan
“Lingkungan sekolah dan keluarga yang memberikan pengaruh positif sangat menentukan tumbuh kembang mental dan spiritual siswa. Kegiatan religi maupun keagamaan juga dapat membentuk pribadi yang tangguh sehingga tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





