New York, LINGKARWILIS.COM – Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mendesak komunitas internasional mengambil langkah konkret terhadap Israel, menegaskan bahwa kecaman tanpa aksi tidak akan menghentikan genosida.
Dilansir dari laman Wafanews, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Ahad (10/8), Mansour menyatakan Israel telah lama mengabaikan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi dewan jika tidak disertai konsekuensi tegas.
“Yang penting sekarang adalah tindakan, bukan sekadar kata-kata,” ujarnya.
Ia mengajak negara-negara untuk mengakui kedaulatan Palestina sebagai langkah nyata. Menurutnya, respon global masih jauh dari memadai dan belum memberi efek jera atas kejahatan yang dilakukan.
Baca juga : RSKK Kediri Siapkan Renovasi Ruang Poli, Layanan Pasien Akan Lebih Nyaman
“Lebih dari dua juta warga Palestina mengalami penderitaan luar biasa. Kita tak boleh hanya merasa bersalah—kita wajib bertindak sekarang,” tegasnya.
Mansour menuduh tujuan Israel bukan sekadar menghentikan Hamas, melainkan menggagalkan terbentuknya negara Palestina, termasuk dengan menolak Deklarasi New York yang mendorong solusi dua negara. Ia menyerukan penerapan Bab 7 Piagam PBB untuk menghentikan operasi militer Israel.
Diplomat Palestina itu juga mendorong negara-negara yang belum bergabung untuk menandatangani Deklarasi New York, sebuah inisiatif yang diprakarsai Arab Saudi dan Prancis.
Baca juga : Dinkop UMTK Kota Kediri Gelar Sarasehan Tentang Koperasi, Dorong Penguatan dan Daya Saing
Pekan lalu, Kabinet Keamanan Israel dilaporkan menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki penuh Gaza serta memindahkan warga Palestina dari utara ke selatan.***
Editor : Hadiyin





