Kediri, LINGKARWILIS.COM – Suasana Minggu pagi (23/11/2025) di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri begitu semarak saat ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan Gebyar Undian Hadiah PBB.
Kegiatan dibuka dengan senam aerobik massal yang dipandu instruktur muda yang kini tengah viral, Ucup Kharisma, asal Pagu, Kediri. Aksi Ucup yang enerjik dan penuh gaya berhasil menghidupkan suasana dan menarik antusiasme warga dari berbagai usia.
Gelaran ini tak sekadar menjadi ruang hiburan dan olahraga, namun juga wujud apresiasi Pemerintah Desa Bulu kepada masyarakat yang taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Puluhan hadiah, mulai paket sembako hingga doorprize menarik lainnya, disiapkan untuk para wajib pajak melalui undian PBB.
Baca juga : Kejurnas Taekwondo Grade-B Jatim Open 2025 Digelar di Kota Kediri, N-LIONS Meriahkan Ajang Pembukaan
Kepala Desa Bulu, Sya’roni A.Md., Kep., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan pemerintah desa dengan warganya, sekaligus mendorong kesadaran pentingnya membayar pajak tepat waktu.
“Gebyar undian ini adalah bentuk terima kasih kami kepada warga yang disiplin membayar PBB. Pendapatan dari PBB menjadi modal utama pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan publik di Desa Bulu,” ujar Sya’roni.
Ia menambahkan, tingginya partisipasi warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kontribusi PBB bagi kemajuan desa.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga dari lima padukuhan, Ngawinan, Karangdoro, Bulusan, Bogo, dan Gapuk turut hadir memeriahkan kegiatan. Desa Bulu sendiri memiliki kurang lebih 2.000 wajib pajak yang terdata melalui SPPT.
Baca juga : Kasus Kekerasan Anak di Kota Kediri Meningkat, Pemkot Perkuat Satgas PPA Lewat Bimtek Konvensi Hak Anak
Gebyar Undian Hadiah PBB ini menjadi contoh bahwa kewajiban membayar pajak dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan, sekaligus memperkuat partisipasi dan kedekatan masyarakat dengan pemerintah desa.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






