KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memasuki awal bulan puasa, lapak-lapak durian di kawasan GOR Joyoboyo Kediri tampak ramai pembeli. Tumpukan durian terlihat melimpah. Namun di balik banyaknya stok, para pedagang justru menghadapi tantangan pada kualitas rasa yang dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan konsumen, Kamis (19/2/2026).
Wahyu, salah satu penjual durian di lokasi tersebut, mengaku kondisi ini cukup membingungkan. Minat masyarakat tetap tinggi, tetapi beberapa durian yang terjual memiliki cita rasa yang belum maksimal.
“Durian memang banyak dan pembeli juga ramai. Tapi harus diakui, ada yang rasanya kurang manis atau legitnya belum keluar sepenuhnya,” ungkap Wahyu.
Ia menambahkan, salah satu penyebabnya kemungkinan faktor cuaca, terutama intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kematangan dan kualitas rasa buah.
“Cuaca mungkin jadi salah satu faktor. Hujan terus bisa berpengaruh ke rasa, jadi belum stabil,” jelasnya.
Baca juga : Ops Keselamatan Semeru 2026, Ribuan Pelanggaran Lalu Lintas Tercatat di Kabupaten Kediri
Wahyu memprediksi panen raya durian baru akan terjadi setelah Lebaran. Pada masa itu, kualitas buah diyakini lebih baik dan mampu memenuhi selera pelanggan yang beragam.
“Biasanya setelah Lebaran masuk panen raya. Rasanya lebih mantap, ada yang manis pekat, ada juga yang pahit manis sesuai selera pembeli,” terangnya optimistis.
Meski begitu, ia tetap berupaya menjaga kepercayaan pelanggan dengan selektif memilih durian yang layak jual serta memberikan penjelasan jujur terkait karakter rasa setiap buah yang ditawarkan.
Baca juga : Ramai Warga Antre Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran di Halaman Parkir Masjid Agung Kota Kediri
Para pedagang berharap panen raya mendatang benar-benar menghadirkan durian dengan kualitas terbaik, sehingga kepuasan konsumen tetap terjaga di tengah semarak Ramadan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





