Geger, Kandang Sapi Milik Warga Sambirejo Trenggalek Terbakar

Geger, Kandang Sapi Milik Warga Sambirejo Trenggalek TerbakarPetugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan api (ist)

Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Insiden kebakaran menimpa kandang sapi Muhadi di Dusun Kawedusan Desa Sambirejo Kecamatan/Kabupaten Trenggalek Jumat (22/12) dini hari. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu dan api berhasil diredam sebelum meluas.

“Kejadiannya tadi malam, sekitar pukul 01.30 WIB,” kata Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek, Triadi Admono.

Kebakaran itu pertama kali diketahui Muhadi begitu dia mendengar letupan seperti suara benda terbakar tak jauh dari tempat tinggalnya.

Baca Juga : Soal Program PTSL di Desa Semen, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Langsung Respon, Segera Turun Menggali Informasi   

Muhadi yang penasaran kemudian melihat keluar rumah. Alangkah terkejutnya, karena objek yang terbakar itu adalah bangunan miliknya.

“yang terbakar itu kandang sapi, luasnya 4×6 meteran,” imbuhnya.

Muhadi melihat kebakaran itu pasca dia mengecek sumber suara pasca bangun tidur langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berjibaku untuk memadamkan api dan melaporkan peristiwa itu ke nomor pemadam kebakaran.

Akibatnya, warga pun geger sehingga suasana malam saat itu pun mendadak riuh.

“Jadi posisinya pemilik rumah itu sudah tidur, kemudian mendengar seperti letupan suara benda terbakar,” ujarnya.

Butuh gelontoran air 12 ribu liter untuk menjinakkan amukan Si Jago Merah. Kondisi material yang mudah terbakar jadi salah satu pemicu.

Beruntung, setelah berjibaku hampir satu jam akhirnya api dapat dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan utama rumah. Aset rumah dan tiga ekor sapi senilai sekitar Rp 160 juta berhasil diselamatkan.

Triadi mengatakan, dari hasil pendalaman di lapangan, kebakaran itu dipicu kesalahan manusia atau human eror. Sebab sebelumnya ada aktivitas pembuatan diangan atau asap yang sengaja dibuat untuk mengusir nyamuk di sekitar kandang sapi.

Hal itu menjadi aktivitas yang lumrah, hanya saja sisa pembakaran itu menjalar ke tumpukan jerami tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena kebakaran akibat aktivitas diangan bukan pertama kalinya terjadi di Trenggalek,” pungkasnya.***

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Hadiyin

Leave a Reply