Gempita Kemerdekaan, Kabupaten Kediri Suguhkan Wayang Krucil Dua Malam Berturut-turut

Gempita Kemerdekaan, Kabupaten Kediri Suguhkan Wayang Krucil Dua Malam Berturut-turut
Pertunjukkan wayang krucil di Kepung dan Taman Moestopo Ngadiluwih (ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, Panitia Gempita Kemerdekaan Kabupaten Kediri 2025 menghadirkan pagelaran wayang krucil selama dua hari di dua lokasi berbeda.

Pertunjukan pertama digelar Selasa (26/8) malam di Taman Moestopo Ngadiluwih, menampilkan dalang Ki Edy Prastyo, S.Pd dengan lakon Babad Pamenang. Sementara itu, Rabu (27/8) malam, giliran dalang senior Ki Brodiyanto atau Ki Brodin yang tampil di halaman Kantor Kecamatan Kepung membawakan kisah Sang Dewi Sanggrama.

Wayang krucil sendiri merupakan kesenian tradisional khas Kediri yang terus dilestarikan sebagai warisan budaya daerah. Menurut Ki Brodin, pementasan kali ini dikemas istimewa dengan mengangkat cerita-cerita lokal Kediri.

Baca juga : Kronologi Kecelakaan Maut di Tugurejo, Ngasem, Kabupaten Kediri, dua Pemotor Tewas di Lokasi

“Lakon Dewi Sanggrama yang kami pentaskan dikenal juga sebagai Sanggrama Siwi atau Sanggramawijaya Tungga Dewi, lebih populer dengan nama Dewi Songgolangit. Ia merupakan putri Prabu Airlangga dan Dewi Galuh Sekar. Sosoknya dikenal cantik sekaligus tegas, hingga banyak bangsawan muda terpikat kepadanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ki Brodin menuturkan bahwa Dewi Songgolangit semasa hidupnya menolak menikah demi menjaga keamanan rakyat. Ia kemudian membuat sayembara unik: siapa pun yang mampu menciptakan kesenian baru yang belum pernah ada di dunia dan dicintai masyarakat, dialah yang berhak mempersuntingnya.

“Dari situlah muncul kesenian jaranan dan rereogan yang diciptakan Adipati Klono Sewandono bersama patihnya, Pujonggo Anom dari Kadipaten Bantarangin,” tambahnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *