KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Semangat gotong royong kembali digaungkan melalui Gerakan Resik-Resik Masjid (GRRM) yang kini mulai aktif di Kediri. Lebih dari 200 relawan dari berbagai daerah, seperti Malang, Sidoarjo, Jombang, Surabaya, dan Mojokerto, turut serta dalam aksi bersih-bersih perdana di Masjid Baiturrahman, Jl. Soekarno-Hatta, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Minggu (16/2/2025).
Sebelumnya, gerakan ini telah dilakukan di enam kota lain sebelum akhirnya hadir di Kediri.
Pegiat dan pendiri GRRM Kediri, Imam W. Zarkasyi menyatakan bahwa kebersihan masjid adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya takmir.
“Gerakan ini bukan hanya soal membersihkan masjid, tapi juga membangun kesadaran kolektif dalam merawat rumah ibadah dengan standar yang benar. Kami berharap, setelah mendapatkan edukasi dan pendampingan, para takmir bisa menerapkan metode ini secara mandiri,” ujarnya.
Baca juga : Minim Penerangan, Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Pesantren, Kediri
Selain membersihkan masjid, kegiatan ini juga memberikan edukasi bagi takmir mengenai standar operasional prosedur (SOP) dalam perawatan rumah ibadah.
Relawan dilatih berbagai teknik pembersihan, seperti cara membersihkan kaca yang benar, penggunaan bahan kimia untuk kamar mandi, hingga perawatan lantai dan karpet.
Saat ditanya mengenai cakupan gerakan ini di Kediri, Imam menjelaskan bahwa ini masih tahap awal.
“Kita masih belajar tekniknya. Setelah dua atau tiga kali pendampingan, harapannya para takmir bisa lebih mandiri dalam merawat masjid mereka,” terangnya.
Baca juga : Ekspor Perdana Nanas Quin Simplex Kediri ke Arab Saudi, Langkah Awal Menuju Pasar Global
GRRM sendiri merupakan inisiatif sosial yang dimulai sejak 2019 dan pertama kali digelar di Malang, kemudian berkembang ke Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Jombang, dan kini Kediri sebagai kota ketujuh.
Meski baru dibentuk sekitar satu bulan lalu, komunitas GRRM Kediri berkembang pesat.
“Kami menyebut Kediri sebagai ‘bayi ajaib’ karena dalam waktu singkat mampu menggelar aksi besar seperti ini. Alhamdulillah, ini berkat dukungan dari para relawan senior dari kota lain. Kami berharap GRRM Kediri bisa tumbuh lebih cepat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Uniknya, gerakan ini bersifat sukarela dan tidak dipungut biaya. Semua kebutuhan, mulai dari alat pembersih hingga bahan kimia standar, disediakan secara lengkap. Setelah Lebaran, GRRM Kediri berencana untuk menyasar lebih banyak masjid di daerah lainnya.
Salah satu relawan asal Jombang, Chaca, mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Saya senang bisa berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan masjid. Selain bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan relawan dari berbagai daerah. Semoga gerakan ini terus berkembang dan semakin banyak masjid yang terbantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina GRRM Kabupaten Kediri, Jumadi, mengapresiasi antusiasme para relawan serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Takmir Masjid Baiturrahman dan tim GRRM dari kota-kota lain.
Ketua GRRM Kediri, Hoediono, menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar gerakan ini dapat tumbuh dan menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid di Kediri Raya.
“Koordinasi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat akan menjadikan gerakan ini lebih berkelanjutan,” tutupnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





