LINGKARWILIS.COM – GOR Merdeka Jombang menjadi saksi semaraknya dunia seni rupa lokal melalui pembukaan pameran lukisan bertajuk ‘Membentang Ijo-Abang ke-10’ pada Rabu (30/7) malam.
Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Pelukis Jombang (KOPI Jombang) sebagai bagian dari peringatan 16 tahun eksistensinya dalam memajukan seni rupa di daerah.
Mengusung tema ‘Metafora’ pameran tahun ini menghadirkan puluhan karya dari seniman lokal dan luar kota. Sebanyak 11 pelukis dari berbagai daerah turut ambil bagian, memperkaya ragam gaya dan media dalam pameran.
Tak hanya menggunakan media konvensional seperti kanvas, sejumlah seniman juga bereksperimen dengan bahan tak lazim, seperti batik hingga ampas kopi.
Aturan Penggunaan Sound System di Jombang Disepakati, Ini 11 Poin Pentingnya!
“Tema Metafora kami angkat sebagai simbol harapan baru dalam dunia seni dan kepemimpinan,” ujar Pembina KOPI Jombang, Eko Utomo.
Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin dapat terus mendukung perkembangan komunitas seni di Jombang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan generasi muda, KOPI Jombang juga membuka ruang bagi para pelajar.
Sebanyak 30 karya dari siswa SD, SMP, dan SMA dipajang dalam pameran ini, hasil dari seleksi ketat yang melibatkan ratusan peserta. Pengunjung diberi kesempatan memilih tiga karya pelajar favorit melalui voting terbuka.
Turut hadir dalam acara pembukaan, Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Wakil Ketua DPRD Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), serta jajaran Forkopimda. Mereka menyusuri satu per satu karya yang dipamerkan dan berdialog langsung dengan para seniman dan pelajar.
Dalam momen tersebut, Bupati Warsubi juga membubuhkan tanda tangan pada lukisan anak-anak serta menerima sejumlah lukisan wajah dirinya, mulai dari karikatur hingga gaya realis.
“Sebagai generasi penerus, pupuk terus kemampuan kalian. Seni juga bisa menjadi jalan pengabdian kepada bangsa dan daerah,” pesan Abah Warsubi kepada para pelajar peserta pameran.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi KOPI Jombang yang telah menapaki usia 16 tahun. “Semoga KOPI Jombang terus solid dan menjadi ruang tumbuhnya kreativitas anak-anak Jombang,” tandasnya. (st2/ag)
