Gudang Rosok Terbakar, Damkar Kerahkan Tiga Armada Cegah Api Merembet ke Permukiman

Gudang Rosok Terbakar, Damkar Kerahkan Tiga Armada Cegah Api Merembet ke Permukiman
Sejumlah anggota damkar saat melakukan upaya pemadaman (Sony)

PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran melanda sebuah bekas gudang rosok di Jalan Brigjend Katamso Gang 1, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Senin (25/8/2026) malam.

Api membakar material yang berada di dalam area gudang. Material yang terbakar diduga mayoritas berupa sampah, sedangkan barang-barang rosok di lokasi tersebut dilaporkan tidak ikut terbakar.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.45 WIB. Petugas kemudian segera menuju lokasi dengan mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran.

“Informasi kami terima sekitar pukul 18.45 WIB. Kemudian kami langsung meluncurkan tiga armada pemadam,” kata Bambang.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena aliran listrik di sekitar lokasi masih dalam kondisi menyala. Situasi tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi membahayakan proses pemadaman.

Baca juga : Razia Enam THM di Ponorogo, Polisi Tes Urine 19 Pengunjung dan Pekerja

Bambang menyebut penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, berdasarkan dugaan awal, api kemungkinan berasal dari puntung rokok.

“Penyebab pastinya belum pasti, kemungkinan dari puntung rokok,” paparnya.

Menurutnya, material yang terbakar sebagian besar merupakan sampah yang berada di area bekas gudang rosok. Sementara tumpukan barang rosok yang terdapat di lokasi tidak terdampak kebakaran.

“Untuk material yang terbakar sementara ini kebanyakan sampah, bekas rosok. Untuk barang-barang rosoknya tidak ada yang terbakar,” jelasnya.

Petugas juga harus bekerja cepat karena kondisi angin di sekitar lokasi cukup kencang. Kobaran api dikhawatirkan meluas dan menjalar ke permukiman warga yang berada di sekitar gudang.

Baca juga : Polres Kediri Gandeng SMK CB Pare Siapkan Edukasi AI bagi Pelajar

“Angin cukup kencang. Jadi kami harus segera memutus (api), jangan sampai nanti merembet ke permukiman. Karena kanan kiri banyak perumahan,” pungkas Bambang.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *