Batu, LINGKARWILIS.COM –Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Peningkatan Kelas Kelompok bagi para petani di tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan berlangsung di Hotel Filadelfia, Kota Batu, Kamis (25/9/2025).
Sebanyak 30 petani dari 20 kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan Kota Batu ikut serta dalam kegiatan ini. Pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas kelembagaan agar kelompok tani semakin mandiri, solid, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, menjelaskan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus kemampuan manajerial petani dalam mengelola kelompok.
Baca juga : Bawaslu Kabupaten Kediri Tegaskan Pentingnya Penguatan Kelembagaan untuk Pemilu Berintegritas, Ini Infonya
“Peningkatan kelas kelompok tani bukan sekadar administrasi, tapi juga bagaimana petani bisa bersinergi, berinovasi, dan memaksimalkan potensi wilayahnya,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga mendapat pendampingan teknis dari narasumber, antara lain Dr. Ir. Suhirmanto dari Polbangtan Politeknik Malang, Kabag Perekonomian Pemkot Batu Dra. Emilyati, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Batu Reynold. Materi meliputi strategi pengembangan kelompok tani, penguatan kelembagaan, hingga peluang kemitraan dengan berbagai pihak.
Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Melalui DBHCHT, Pemkot Batu ingin memastikan sektor pertanian tetap berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
Baca juga : DKPP Kota Kediri Pastikan Pupuk Subsidi Tersedia untuk Petani Awal Tahun 2026, Ini Penjelasan Kepala Dinas
Kabag Perekonomian Pemkot Batu, Dra. Emilyati, menambahkan DBHCHT 2025 juga dialokasikan untuk berbagai program strategis, di antaranya perlindungan tenaga kerja nonformal, bantuan sarana produksi pertanian, program kesehatan, peningkatan fasilitas publik, hingga sosialisasi pemberantasan rokok ilegal.
“Pemerintah Kota Batu ingin memastikan setiap rupiah dari DBHCHT memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik untuk kesejahteraan, kesehatan, maupun pembangunan fasilitas umum,” tegasnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Batu dalam mewujudkan ketahanan pangan serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





