TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memiliki risiko tinggi terjadinya kebakaran karena aktivitas memasak yang berlangsung hampir sepanjang hari. Karena itu, setiap dapur SPPG diwajibkan mengikuti pelatihan proteksi kebakaran. Namun hingga kini, baru puluhan dapur SPPG di Tulungagung yang telah mengikuti pelatihan tersebut.
Kasi Operasional dan Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, saat ini terdapat 145 dapur SPPG yang telah berdiri di Kabupaten Tulungagung. Ratusan dapur tersebut juga telah memberikan layanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat.
Menurutnya, dapur SPPG beroperasi hampir 24 jam non-stop dan sebagian besar aktivitasnya adalah memasak. Kondisi ini membuat potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi sehingga diperlukan standar operasional prosedur (SOP) deteksi dini kebakaran.
“SPPG itu beroperasi hampir 24 jam non stop. Apalagi banyak aktivitasnya memasak, sudah seharusnya memiliki SOP deteksi dini kebakaran,” kata Bambang, Minggu (8/3/2026).
Baca juga : SMP Negeri 3 Kota Kediri Gelar Bagi Takjil, Buka Puasa dan Tarawih Bersama Tanamkan Budaya Religi
Ia menjelaskan, setiap dapur SPPG wajib memiliki alat proteksi kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta selimut api atau fire blanket. Bahkan idealnya satu dapur memiliki empat APAR, dengan dua unit ditempatkan di dalam dapur dan dua lainnya di luar dapur.
Selain itu, setiap pegawai di dapur SPPG juga perlu memiliki kemampuan dalam melakukan penanganan awal kebakaran melalui pelatihan proteksi kebakaran.
Dari total 145 dapur SPPG di Tulungagung, sejauh ini baru 40 dapur yang telah mengikuti pelatihan tersebut.
“Sampai saat ini baru ada 40 dapur SPPG di Tulungagung yang sudah meminta kami untuk memberikan pelatihan proteksi kebakaran, baik mereka yang datang ke Mako Damkar atau kami yang datang ke dapur SPPG,” jelasnya.
Baca juga : Hadapi Persib Bandung, Pelatih Persik Kediri Percaya Diri Raih Kemenangan
Bambang menambahkan, pada tahun 2025 terdapat 17 dapur SPPG yang mengikuti pelatihan proteksi kebakaran. Sementara pada awal tahun 2026 hingga saat ini sudah ada 23 dapur SPPG yang mengikuti pelatihan serupa.
Menurutnya, setiap dapur SPPG sebenarnya telah mendapatkan instruksi dari Badan Gizi Nasional untuk menerapkan SOP proteksi kebakaran, termasuk mengikuti pelatihan.
Meski jumlahnya masih terbatas, pihak Damkar Tulungagung menyatakan siap memberikan pelatihan bagi dapur SPPG yang membutuhkan.
“Kalau APAR memang sudah menjadi SOP dari BGN sehingga setiap dapur SPPG memiliki APAR. Namun untuk pelatihan proteksi kebakaran ini masih minim. Kami siap apabila dapur SPPG meminta pelatihan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






