Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Waspadai ISPA Selama Musim Kemarau Panjang

Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Waspadai ISPA Selama Musim Kemarau Panjang
Kabid P2P Dinkes Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau panjang. Kondisi cuaca kering dan meningkatnya paparan debu dinilai berpotensi memicu peningkatan kasus penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Triyono Putro, mengatakan ISPA umumnya ditandai dengan gejala seperti nyeri saat menelan, batuk kering, pusing, hingga demam. Apabila mengalami keluhan tersebut, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sejak dini.

“Jangan mengabaikan gejala ISPA. Jika muncul keluhan seperti batuk, nyeri tenggorokan, atau demam, sebaiknya segera berobat agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat,” ujarnya.

Baca juga :Β Disarpus Kabupaten Kediri Perkuat Tata Kelola Perpustakaan, Dorong Peningkatan Literasi Masyarakat

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kediri, jumlah kasus ISPA sepanjang semester pertama 2026 masih tergolong tinggi. Pada Januari tercatat 5.894 kasus, Februari 3.592 kasus, Maret 9.324 kasus, April 11.274 kasus, Mei 11.461 kasus, dan Juni 9.568 kasus.

Menurut Triyono, tingginya angka kasus pada awal tahun dipengaruhi musim hujan, sedangkan peningkatan pada April terjadi saat masa pancaroba. Memasuki musim kemarau, kasus ISPA masih tetap ditemukan karena paparan debu serta kondisi daya tahan tubuh masyarakat yang menurun.

Ia menjelaskan, ISPA umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang lebih mudah menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca juga :Β Konsumsi Miras, Seorang Pemuda di Kediri Cabuli Anak di Bawah Umur, Akhirnya Ditangkap Polisi

Untuk mengurangi risiko penularan, Dinkes mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan berdebu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta mencukupi waktu istirahat agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

“Kami mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan dengan baik selama musim kemarau. Jangan menunda pemeriksaan apabila kondisi tubuh mulai menurun, sehingga penyakit dapat segera ditangani dan tidak menjadi lebih parah,” pungkasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *