Kediri, LINGKARWILIS.COM – Tiga hari menjelang Idulfitri 2025, suasana di Makam Kepanjen, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, masih terbilang sepi. Hingga Sabtu (29/3/2025), pagi belum banyak peziarah yang datang untuk melakukan tradisi nyekar.
Khodir, mewakili juru kunci makam Mbah Citro, sepinya makam dipengaruhi oleh faktor cuaca serta kebiasaan peziarah yang cenderung memilih waktu tertentu untuk berkunjung.
“Selain karena hujan, biasanya puncak keramaian terjadi sebelum awal puasa dan H-1 Lebaran saat malam takbiran,” ujar Khodir.
Mayoritas peziarah berasal dari Kediri, meskipun beberapa di antaranya datang dari luar kota, terutama perantau yang memiliki keluarga dimakamkan di sana.
Baca juga : Polres Kediri Kota Intensifkan Pemantauan Titik Rawan Kemacetan Jelang Puncak Arus Mudik
“Kalau dari luar kota ada, tapi biasanya mereka memang keluarga atau dulunya warga sini yang merantau,” tambahnya.
Salah satu peziarah, Yanto, yang datang bersama keluarganya dari Jakarta, mengaku memilih ziarah lebih awal demi menghindari kepadatan.
“Kami datang sekarang supaya lebih tenang dan tidak berdesakan. Ini sudah jadi tradisi keluarga kami setiap tahun,” ungkap Yanto.
Baca juga : Polres Blitar Sediakan Layanan Titip Kendaraan untuk Pemudik di Seluruh Polsek
Tradisi nyekar menjelang Lebaran, yang meliputi membersihkan makam dan mendoakan leluhur, masih tetap dilakukan oleh masyarakat. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada malam takbiran, seiring meningkatnya jumlah pemudik yang sudah tiba di Kediri. ***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





