LINGKARWILIS.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, harga bahan pokok di berbagai daerah di Jawa Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Tawangmangu dan Pasar Madyopuro, untuk memantau harga serta mengantisipasi lonjakan inflasi.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
“Kita jamin aman ketersediaannya nanti. Kalau harga terlalu tinggi, kita akan melakukan intervensi melalui pasar murah,” ujarnya. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, juga mengonfirmasi adanya kenaikan harga beberapa komoditas serta kendala dalam distribusi pasokan.
Info Harga Bapok di Tulungagung Jelang Ramadhan, Cabai Rawit Sekilo Tembus Rp 100 Ribu!
Lonjakan Harga Bahan Pokok di Berbagai Daerah
Kenaikan harga bahan pokok tidak hanya terjadi di Malang, tetapi juga di Tulungagung, Ponorogo, Blitar, dan Jombang.
1. Tulungagung: Harga Cabai Melonjak Drastis
Di Pasar Ngemplak Tulungagung, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, terutama cabai rawit.
– Cabai rawit: dari Rp 55.000 – Rp 60.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram
– Telur ayam: dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 – Rp 32.000 per kilogram
– Daging ayam potong: dari Rp 32.000 menjadi Rp 34.000 – Rp 35.000 per kilogram
Menurut para pedagang, kenaikan ini dipicu oleh tradisi Megengan yang dilakukan masyarakat sebagai persiapan menyambut Ramadan.
Meskipun harga naik, permintaan daging ayam justru meningkat drastis dari 50 kilogram menjadi 100 kilogram per hari.
2. Ponorogo: Bumbu Dapur Ikut Naik
Lalu di Pasar Legi Ponorogo, harga bumbu dapur mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir akibat tingginya permintaan dan terbatasnya stok.
– Cabai rawit: dari Rp 45.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram
– Cabai merah: dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram
– Bawang merah: dari Rp 24.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram
– Bawang putih: dari Rp 35.000 menjadi Rp 38.000 per kilogram
– Tomat merah: dari Rp 5.000 naik dua kali lipat menjadi Rp 10.000 per kilogram
Seorang pedagang, Suprihatin, mengungkapkan bahwa kenaikan ini kemungkinan akan terus berlanjut karena stok semakin sulit didapat. Hal ini berdampak pada masyarakat yang harus menyesuaikan anggaran belanja mereka.
3. Blitar: Tradisi Megengan Dorong Kenaikan Harga
Kemudian di Blitar, kenaikan harga bahan pangan disebabkan oleh tradisi Megengan yang mendorong permintaan tinggi terhadap daging ayam dan telur.
– Daging aya: dari Rp 32.000 – Rp 33.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram
– Telur ayam: dari Rp 26.000 menjadi Rp 29.000 per kilogram
– Ikan air tawar: naik antara Rp 500 – Rp 1.000 per kilogram
a. Lele: Rp 15.000 – Rp 20.000 per kilogram
b. Bandeng: Rp 28.000 per kilogram
c. Patin Rp 24.000 per kilogram
d. Gurami**: Rp 35.000 per kilogram
Seorang pedagang di Pasar Pon, Blitar mengungkapkan bahwa harga telur bahkan bisa berubah lebih dari sekali dalam sehari. Lonjakan harga ini diperkirakan bertahan hingga menjelang Idul Fitri.
4. Jombang: Peternak Ayam Petelur Raup Keuntungan
Kenaikan harga di Jombang membuat para peternak ayam petelur merasakan dampak positif dari kenaikan harga telur ayam.
Telur ayam: dari Rp 24.000 – Rp 25.000 menjadi Rp 27.000 per kilogram
Menurut seorang peternak, Aditya Rahmad lonjakan harga telur ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan serta naiknya harga pakan ayam yang kini mencapai Rp 5.000 per kilogram.
Meskipun harga pakan naik, permintaan yang tinggi menjelang Ramadan membuat peternak tetap mendapat keuntungan lebih besar.
Langkah Pemerintah untuk Menekan Harga
Pemerintah daerah di berbagai wilayah telah menyiapkan berbagai langkah guna menekan lonjakan harga bahan pokok, salah satunya dengan program pasar murah.
Salah satunya Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan berencana menggelar pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau harga bahan pokok dan melakukan langkah intervensi jika diperlukan. “Pasti akan kita diskusikan bersama nanti, Insya Allah ada pasar murah,” ujarnya.
Sementara itu, di Blitar dan Tulungagung, para pedagang dan otoritas pasar memprediksi bahwa harga bahan pokok akan kembali stabil sekitar satu minggu setelah Ramadan dimulai, sebelum kembali mengalami lonjakan menjelang Idul Fitri.
Diharapkan harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Menjelang Ramadan, kenaikan harga bahan pokok menjadi tantangan bagi masyarakat di berbagai daerah. Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, terbatasnya stok, serta naiknya harga pakan ternak.
Diharapkan harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





