LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Lamongan masih bertahan tinggi usai Lebaran 2026. Kondisi ini memicu keluhan dari pedagang maupun konsumen karena harga belum kembali ke level normal.
Salah satu pedagang, Khusnul Khotimah, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah terjadi sejak menjelang Lebaran. Bahkan pada H-1, harga ayam potong sempat menyentuh Rp50.000 per kilogram dan ayam petelur mencapai Rp60.000 per kilogram.
“Setelah Lebaran memang turun sedikit, tapi masih tergolong mahal dibanding biasanya,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Seniman Jaranan Kediri Juga Mengadu ke Wali Kota, Tuntut Evaluasi hingga Pencopotan Kadisbudparpora
Menurutnya, tingginya harga tidak hanya dipicu lonjakan permintaan saat Lebaran, tetapi juga diduga karena gangguan produksi di tingkat peternak, seperti faktor cuaca yang berdampak pada pasokan ayam.
Kondisi ini pun dikeluhkan pembeli. Halimah, salah satu warga, mengaku harus lebih berhemat karena harga ayam yang belum juga turun.
“Alah, harganya kok terlalu mehong. Terlalu mahal, ini hampir dua kali lipat,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok, khususnya daging ayam, agar daya beli masyarakat bisa kembali pulih.
Baca juga : H+6 Lebaran, Kawasan Dhoho–Pasar Pahing Kediri Diserbu Pemburu Nasi Pecel
Lonjakan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama kalangan rumah tangga, yang harus memutar strategi pengeluaran di tengah kebutuhan pasca Lebaran yang masih tinggi.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





