Harga Daging Ayam Melonjak, Pedagang Terjepit, Pembeli Menjerit

Harga Daging Ayam Melonjak, Pedagang Terjepit, Pembeli Menjerit
Pedagang daging ayam di Pasar setonobetek)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri kembali mengalami lonjakan tajam. Komoditas pangan yang menjadi sumber protein utama masyarakat itu kini menembus harga Rp 38.000 per kilogram, jauh di atas harga normal.

Kenaikan ini diduga kuat dipicu oleh kebijakan dan regulasi di sektor hulu, terutama dalam rantai peternakan dan distribusi, yang berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Kondisi tersebut membuat para penjual dan pembeli sama-sama terjepit dalam situasi sulit.

Kenaikan harga ayam bukan membawa keuntungan bagi pedagang, melainkan menjadi beban tambahan yang mengancam kelangsungan usaha mereka.

“Dari pemasok harganya sudah naik karena katanya ada aturan baru pemerintah yang bikin biaya produksi meningkat. Kami tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual,” ujar salah seorang pedagang ayam yang enggan disebut namanya di pasar tradisional Kediri, Selasa (21/10)

Namun, langkah tersebut justru membuat pembeli enggan datang. “Omzet langsung turun. Kalau terus begini, kami bisa rugi atau bahkan tutup. Kami cuma pedagang kecil, kena imbas dari kebijakan besar,” keluhnya.

Baca juga : Ribuan Santri Himasal Kediri Raya Gelar Aksi Damai Bela Kyai dan Pesantren di Pemkab Kediri, Ini Tiga Tuntutan yang Disampaikan

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan di sektor peternakan yang menyebabkan biaya produksi melonjak, agar harga ayam di pasaran bisa kembali stabil dan tidak menekan usaha kecil.

Sementara itu, konsumen mengaku semakin terbebani dengan kenaikan harga yang terus terjadi. Daging ayam yang biasanya menjadi pilihan utama kini mulai tergeser oleh lauk alternatif yang lebih murah.

“Ayam itu bahan makanan harian, bukan untuk acara khusus. Tapi kalau harganya sudah Rp 38.000, kami jelas keberatan,” ungkap seorang ibu rumah tangga di Pasar Setonobetek.

“Kebijakan yang ada sekarang sepertinya tidak berpihak pada rakyat kecil. Kami terpaksa mengurangi porsi masakan atau cari lauk lain yang lebih murah.” tambahnya.

Konsumen mendesak agar pemerintah turun tangan menstabilkan harga pangan, khususnya daging ayam, demi menjaga ketahanan pangan dan keseimbangan ekonomi rumah tangga.***

Reporter : Islakul Jamjami

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D