KEDIRI, LINGKARWILIS.COM –Libur hari minggu membawa keceriaan tersendiri di kawasan persawahan Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Setiap sore, area ini ramai oleh anak-anak yang bermain layang-layang, mengisi waktu luang di alam terbuka dan mengurangi kecanduan gadget.
Niko, salah satu bocah dari Singonegaran, mengungkapkan bahwa harga layangan cukup terjangkau. “Mulai dua ribuan sampai lima ribu, tergantung bahan dan bentuknya. Kalau benangnya, yang ukuran 1.600 yard itu harganya sekitar 20 ribu,” ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Kendati membawa sisi positif karena anak-anak menjadi lebih aktif secara fisik, aktivitas ini juga menimbulkan risiko. Layang-layang yang putus kerap membuat anak-anak berhamburan ke jalan raya untuk mengejarnya tanpa memedulikan lalu lintas yang padat.
Baca juga : Musim Kemarau, Pemkab Kediri Genjot Normalisasi Sungai
Hendrik, warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari lokasi bermain, mengaku khawatir. “Memang bagus sih, mereka jadi nggak terus-terusan main HP. Tapi kalau sudah kejar-kejaran layangan sampai ke jalan, itu yang bahaya. Harus ada pengawasan dari orang tua,” pesannya.
Permainan tradisional seperti ini dinilai penting untuk tumbuh kembang anak, tetapi perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap keselamatan mereka. Edukasi dari orang tua dan lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci agar aktivitas bermain tetap aman dan menyenangkan.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





