JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, kini memiliki identitas baru sebagai sentra ekonomi kerakyatan bertajuk “Kampung Pentol”. Branding tersebut diresmikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang melalui pemasangan plang penanda wilayah, Senin (16/2).
Langkah ini diambil setelah mahasiswa melihat langsung potensi ekonomi yang berkembang di dusun tersebut. Tercatat sedikitnya empat unit usaha produksi pentol aktif menyuplai dagangan kepada sekitar 20 pedagang keliling yang memasarkan produk hingga lintas kecamatan.
Koordinator Desa KKM Undar Tanggalrejo, Sigit Andiska, menyebut pemasangan plang tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap ekosistem ekonomi yang telah lama menghidupi masyarakat setempat.
Baca juga : Penutupan Imlek di Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong, Barongsai Satukan Lintas Agama di Kediri
“Selama kami turun ke lapangan, terlihat bahwa usaha pentol di sini bukan sekadar usaha sampingan. Ada produsen, ada penjual, dan ada warga yang terlibat dalam proses produksi. Ini sudah menjadi ekosistem ekonomi. Identitas ‘Kampung Pentol’ kami harap bisa mempertegas potensi itu,” ujarnya.
Program pengabdian masyarakat tersebut tidak berhenti pada aspek seremonial. Mahasiswa berharap branding ini mampu memantik kebanggaan kolektif warga sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk.
“Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung di desa setempat,” tambah Sigit.
Melihat potensi yang ada, mahasiswa juga mendorong para perajin untuk mulai mengembangkan kemasan modern dan memanfaatkan pemasaran digital agar “Pentol Mojoranu” dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta bersaing dengan produk pabrikan.
Baca juga : Sosiolog : Bung Karno Lahir di Ploso Teguhkan Kultur Nasionalis-Religius Jombang
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana. Ia menyambut baik inisiatif mahasiswa dalam mengangkat potensi lokal.
“Kami menyambut baik inovasi ini. Semoga menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan potensi Mojoranu secara lebih luas,” ungkapnya.
Dengan branding baru ini, Dusun Mojoranu diharapkan mampu bertransformasi dari sentra produksi tradisional menjadi kampung kreatif berbasis ekonomi kerakyatan yang lebih terorganisir dan berdaya saing. ***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin