LINGKARWILIS.COM – Musisi Indra Lesmana memberikan kritik terhadap beberapa Festival Jazz yang digelar di Indonesia.
Dalam Instagram Story di akun pribadinya @indralesmana, ia menyampaikan bahwa dalam Festival Jazz di Indonesia hanya sedikit musisi jazz yang tampil.
Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir di Indonesia memang ada beberapa kali festival jazz.
Namun beberapa festival jazz tersebut lebih banyak dimeriahkan oleh para musisi pop dan bukan musisi jazz.
Fenomena Bediding, Dinkes Jombang Serukan Waspada Gangguan Kesehatan
“Semakin sedikit musisi jazz tampil di festival jazz. Tanpa jazz, festival jazz kehilangan jiwanya.” Tulis Indra Lesmana.
Indra menyebut jika musik jazz di Indonesia belum mati, melainkan sedang mengalami berevolusi.
Menurutnya ada banyak musisi muda yang mulai membawa ide baru dalam perkembangan jazz di Tanah Air.
“Ada banyak seniman muda yang membawa napas baru ke dalam jazz. Saat ini justru sedang banyaknya talenta jazz hebat, independen, kreatif, dan penuh visi. Dukung mereka. Beri panggung,” tulis Indra.
Sekolah Rakyat Jombang Resmi Dimulai, Sasar 100 Siswa dari Keluarga Miskin
Indra juga menyoroti bahwa festival jazz harus terasa lebih jazz. Hal tersebut agar ekosistem terus terjaga.
“Kita tidak butuh lebih banyak festival yang hanya mengejar angka. Kita butuh festival yang berani, festival yang memberi ruang bagi seniman untuk bernapas, dan kesempatan bagi penonton untuk merasakan sesuatu mendalam,” tulisnya.
Indra juga menuliskan harapannya terhadap para promotor festival musik jazz agar benar-benar bekerja untuk masa depan musik jazz di Indonesia.
Sementara itu melansir dari laman Tempo, pernyataan Indra Lesmana tersebut ternyata mendapat respon dari Anas Syahrul Alimi selaku promotor Prambanan Jazz Festival.
Ghea Indrawari Bakal Konser di Kediri, Ini Deretan Lagu Populer yang Diprediksi Akan Dibawakan
Menurut Anas, tidak ada salahnya mengundang musisi dengan genre berbeda dalam perhelatan festival musik jazz.
Ia juga memberi contoh seperti North Sea Jazz, Herbie Hancock berbagi panggung dengan John Legend.
Dan juga di ajang Montreux Jazz Festival, Prince dan Radiohead berbagi dengan Ella Fitzgerald.
Serta di ajang Umbria Jazz Festival, dimana Sting yang tampil satu frame dengan Wayne Shorter.
Seolah merespons unggahan Anas, Indra Lesmana membagikan sebuah utasan terbaru di Threads pada 11 Juli 2025 yang berisi analogi terkait situasi tersebut.
“Ibarat menggelar ‘Kungfu Festival’, tapi tak ada kungfunya, yang ada justru pencak silat dan karate, dengan alasan pencak silat lebih diminati,” tulisnya.
Dalam kelanjutan utas itu, Indra menyoroti ketika sebuah festival memakai label “jazz”, namun mayoritas penampilanya berasal dari genre lain.
Menurutnya, hal semacam itu bisa menyesatkan penonton, menggerus eksistensi seniman jazz, dan melemahkan identitas budaya jazz itu sendiri.
Indra Lesmana menilai jumlah musisi jazz dalam festival musik jazz kini semakin berkurang, padahal saat ini banyak talenta jazz berbakat yang seharusnya diberi dukungan serta panggung yang layak.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya






