LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca dingin ekstrem atau fenomena bediding yang belakangan ini melanda sejumlah wilayah.
Kondisi suhu rendah yang terjadi terutama pada malam hingga pagi hari dinilai dapat berdampak pada kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lanjut usia.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa cuaca dingin bisa memicu gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Cuaca dingin seperti ini bisa berdampak signifikan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia. Penting menjaga kehangatan tubuh dan memperhatikan pola makan serta istirahat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada Koran Memo, Senin (14/7).
Polres Malang Tangani Santri Korban Kekerasan, Fokus Pemulihan Psikis
Ia menjelaskan, lansia cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, mereka dianjurkan menggunakan pakaian tebal, menambah selimut saat tidur, mengonsumsi makanan hangat seperti sup dan minuman jahe serta tetap aktif berolahraga ringan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
Sementara itu, untuk bayi dan balita, dr. Hexawan menekankan pentingnya menjaga suhu ruangan tetap hangat dan stabil.
“Pastikan bayi selalu memakai pakaian hangat berlapis, termasuk topi dan sarung tangan. Jangan lupa menjaga suhu ruangan agar tetap stabil dan hindari paparan angin secara langsung,” jelasnya.
Tak hanya kelompok rentan, masyarakat usia produktif juga diimbau untuk memperhatikan daya tahan tubuh, apalagi saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Sekolah Rakyat Jombang Resmi Dimulai, Sasar 100 Siswa dari Keluarga Miskin
Penggunaan jaket tebal, sarung tangan, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.
“Jika mengalami gejala seperti batuk, pilek berkepanjangan, nyeri sendi, atau tubuh terasa lemas, segera periksa ke layanan kesehatan terdekat. Jangan menunda karena cuaca dingin dapat memperburuk kondisi,” tandas dr. Hexawan.
Dinkes Jombang juga mengingatkan warga untuk tidak menggunakan api di dalam ruangan tertutup sebagai penghangat. Praktik ini berpotensi menimbulkan keracunan gas karbon monoksida yang berbahaya bagi keselamatan.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





