Kediri, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kota Kediri menuntaskan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, dengan total nilai investasi mencapai Rp 4,9 miliar. Proyek tersebut meliputi pembangunan fasilitas utama IPLT, akses jalan, hingga penataan lansekap kawasan.
IPLT Campurejo diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sanitasi perkotaan sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menyampaikan bahwa pembangunan IPLT beserta sarana pendukungnya dirancang sebagai fondasi sistem pengelolaan limbah domestik yang terintegrasi.
“IPLT ini bukan sekadar tempat pengolahan lumpur tinja, tetapi bagian dari sistem sanitasi kota yang bertujuan menjaga kualitas lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Endang, Jumat (16/01).
Secara teknis, IPLT Campurejo memiliki kapasitas pengolahan hingga 15 meter kubik lumpur tinja per hari. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diperkirakan mampu melayani sekitar 50 ribu rumah tangga atau lebih dari 150 ribu jiwa di seluruh wilayah Kota Kediri.
Baca juga : Pembangunan KDMP Desa Bulu Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Dimulai, Ini Harapan Pak Kades
Keberadaan IPLT ini diharapkan mampu menghentikan praktik pembuangan limbah domestik secara sembarangan yang selama ini berpotensi mencemari tanah dan badan sungai.
“Seluruh lumpur tinja yang masuk akan diolah sesuai baku mutu air limbah domestik. Air hasil olahan dipastikan aman sebelum dialirkan ke sungai, sehingga risiko pencemaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai krusial seiring pertumbuhan kawasan perkotaan yang berdampak pada meningkatnya volume limbah domestik, khususnya black water, yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan apabila tidak dikelola secara benar.
Selain manfaat lingkungan, proyek IPLT juga menghadirkan nilai tambah sosial melalui pembangunan akses jalan menuju lokasi. Jalan dengan lebar sekitar 21 meter dan panjang kurang lebih 200 meter itu tidak hanya mendukung operasional IPLT, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik ramah pejalan kaki.
“Penataan akses jalan dan lansekap sudah selesai dan saat ini bisa dimanfaatkan masyarakat, baik untuk aktivitas olahraga ringan maupun menikmati suasana sore hari,” kata Endang.
Baca juga : Perkuat Lini Tengah, Persik Kediri Rekrut Mantan Pemain Timnas Uruguay
Pembangunan akses IPLT tersebut dikerjakan selama 180 hari kalender oleh kontraktor pelaksana CV Alfatirena Persada Konstruksi.
Pemerintah Kota Kediri menargetkan peresmian IPLT Campurejo dilakukan pada pertengahan 2026, bersamaan dengan kesiapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan mengelola operasional fasilitas tersebut.
Dengan beroperasinya IPLT ini, Pemkot Kediri berharap sistem sanitasi kota dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin

