Blitar, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian terhadap Safrian Adinata, pemuda berusia 20 tahun asal Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang tenggelam saat mencari ikan di Sungai Brantas, akhirnya membuahkan hasil. Jenazah korban ditemukan di sekitar pusaran sampah aliran sungai wilayah Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Selasa malam (8/4/2025).
Koordinator tim pencarian, Andris Dwi Prasetya, mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB, setelah petugas tambangan melaporkan penampakan jenazah yang hanyut di sekitar lokasi tersebut.
“Mendapat informasi itu, kami segera menindaklanjuti dan menyisir aliran sungai. Jenazah ditemukan tersangkut di antara tumpukan sampah,” ujar Andris saat dikonfirmasi Rabu (9/4/2025).
Baca juga : Jaga Kebersihan Saat Ramadan dan Lebaran, DLH Kediri Kerahkan 148 Petugas
Saat ditemukan, kondisi jasad cukup mengenaskan. Kulit korban sudah mengelupas dan sulit dikenali. Namun, tim dapat mengidentifikasi melalui ciri fisik khusus, yakni salah satu jari kaki korban yang hilang.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi juga turut mengonfirmasi identitas korban. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam karena derasnya arus sungai.
Diketahui sebelumnya, Safrian bersama tujuh rekannya melakukan aktivitas mencari ikan dengan cara nglanet, yakni menggunakan campuran umpan dan bahan kimia berbahaya.
Insiden tragis itu terjadi pada Senin siang (7/4/2025) di Sungai Brantas kawasan Dusun Maron, Desa Selokajang. Saat sedang asyik mencari ikan, Safrian diduga terpeleset dan langsung terseret arus deras.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghindari aktivitas berisiko tinggi dan metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan serta melanggar hukum.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





