LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Salah satu titik pelaksanaan berada di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Khofifah menjelaskan, pasar murah ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota dalam upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.
“Ini merupakan pasar murah ke-32 yang digelar oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur. Program ini bersifat komplementer dengan langkah yang sudah dilakukan bupati dan wali kota di berbagai daerah. Tujuannya untuk memaksimalkan stabilisasi harga,” ujarnya.
Baca juga : Tim Wasev Mabes TNI Nilai Progres TMMD ke-127 Kodim 0809 Kediri Sesuai Target
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri umumnya terjadi fluktuasi harga bahan pokok. Untuk itu, intervensi dilakukan melalui operasi pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.
“Menjelang Lebaran biasanya ada penyesuaian harga. Karena itu kita lakukan stabilisasi melalui pasar murah. Komoditas yang dijual dipastikan berada di bawah harga pasar,” tegasnya.
Dalam OPM tersebut, sejumlah bahan kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga lebih rendah dari pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000. Daging ayam dilepas Rp30.000 per ekor, lebih murah dari harga pasar sekitar Rp42.000. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, serta cabai rawit yang di pasaran mencapai Rp80.000 per kilogram dijual Rp40.000 per kilogram atau sekitar Rp4.000 per ons.
Khofifah berharap operasi pasar ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Baca juga : Ambil Peran Strategis Ketahanan Pangan, Polres Kediri Tanam Raya 3.000 Bibit Uwi Ungu
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik keluarga, sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





