Karhutla di Ponorogo Meluas hingga 341,85 Hektare, Tersebar di 56 Desa

Karhutla di Ponorogo Meluas hingga 341,85 Hektare, Tersebar di 56 Desa
Anggota BPBD saat berusah memadamkan kobaran api (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga akhir September 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 341,85 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di 56 desa yang berada di 17 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan kondisi kemarau ekstrem diduga menjadi salah satu faktor yang memicu meluasnya karhutla tahun ini. Area yang terbakar mencakup kawasan hutan dan hutan rakyat.

“Data karhutla tahun ini sangat kuat kaitannya dengan cuaca kering atau kemarau yang lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Masun.

Berdasarkan catatan BPBD, Kecamatan Slahung menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 81,3 hektare. Berikutnya, Kecamatan Bungkal dengan 64,5 hektare, Sambit 42,5 hektare, Jenangan 35,5 hektare, dan Kauman 30 hektare.

Baca juga : Sebanyak 1.773 PPPK Paruh Waktu Ponorogo Diperpanjang, SK Diserahkan 15 Oktober, Puluhan Lainnya Tak Lanjut Kontrak

Masun mengungkapkan, Ponorogo telah mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya berbagai bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan.

Risiko kebakaran semakin tinggi karena vegetasi mulai mengering. Semak belukar dan tumpukan daun kering mudah tersulut api, terlebih ketika suhu udara tinggi disertai angin kencang.

“Kondisi hutan menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar dan meluas. Ditambah kondisi angin yang sangat kencang,” imbuhnya.

BPBD Ponorogo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah tersebut diperkirakan belum memasuki musim hujan pada Oktober 2026. Warga juga diminta berhati-hati saat menggunakan sumber api serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan sumber api, tidak dengan sengaja membuka lahan dengan pembakaran, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan kerugian,” tegas Masun.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *