Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi.
Pada pertengahan Februari, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menerima tambahan 28.000 dosis vaksin tahap II dari Kementerian Pertanian RI dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Plt. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP, drh. Yuni Ashmawati, menyatakan bahwa hingga awal Maret, sebanyak 12.000 dosis vaksin telah didistribusikan dan digunakan untuk ternak sapi di berbagai wilayah.
Baca juga ” Posyandu ILP SALAK di Kaliombo, Kediri, Fokus pada Kesehatan Lansia dan Balita
“Selama bulan puasa, vaksinasi terhadap ternak berkuku belah tetap berlanjut guna mencegah penyebaran PMK. Kami akan terus memantau kondisi ternak milik peternak untuk memastikan kesehatan mereka tetap terjaga,” ujar Yuni.
Selain vaksinasi, Yuni menekankan pentingnya perawatan kesehatan ternak, termasuk pemberian vitamin dan pakan berkualitas untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi.
“Sapi yang sehat memiliki pola makan yang baik dan nafsu makan tinggi. Oleh karena itu, peternak harus memperhatikan kualitas pakan serta memastikan kondisi ternak tetap prima,” jelasnya.
Baca juga : Inter Kediri Sambut Dua Pemain Baru di Latihan Perdana Bulan Ramadhan
Ia juga mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, dan menyemprot kandang dengan disinfektan guna mencegah penyebaran virus.
“Kami berharap peternak lebih aktif dalam menjaga kesehatan ternak mereka. Selain memberikan makanan yang baik, kebersihan kandang juga harus diperhatikan agar tetap steril dan bebas virus,” tutup Yuni.
Dengan tambahan dosis vaksin ini, diharapkan upaya pengendalian PMK di Kabupaten Kediri semakin efektif, sehingga populasi ternak tetap sehat dan produktif.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





