Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jombang, Rabu (24/6/2026). Kondisi tersebut membuat banyak pengendara kesulitan memperoleh BBM bersubsidi dan harus mencari ke beberapa SPBU atau beralih menggunakan Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah SPBU di wilayah Jombang terlihat kehabisan stok Pertalite. Pada beberapa lokasi bahkan terpasang pemberitahuan bertuliskan “BBM Dalam Pengiriman”.
Kondisi tersebut terlihat di antaranya di SPBU Jalan Basuki Rahmad, Desa Tunggorono, serta SPBU Jalan Haji Abdoeh Moertadji, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek. Sementara itu, SPBU di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jelakombo, masih melayani penjualan Pertalite, namun menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan.
Baca juga : Kepala SPPG Perak Jombang Diduga Jarang Masuk Saat Libur Sekolah, Begini Penjelasannya
Salah seorang pengendara, Rama, mengaku harus berkeliling ke beberapa SPBU sebelum akhirnya memutuskan membeli Pertamax karena Pertalite tidak tersedia.
“Saya berangkat kerja dari Kecamatan Peterongan menuju Kecamatan Perak. Dalam perjalanan sudah mencoba ke empat SPBU, tetapi Pertalite tetap tidak ada. Akhirnya saya terpaksa membeli Pertamax dengan harga Rp16.250 per liter,” ujarnya.
Menurut Rama, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah pengecer BBM di sepanjang jalur yang dilaluinya karena stok Pertalite juga telah habis.
Sementara itu, seorang petugas SPBU di Jalan Basuki Rahmad yang enggan disebutkan namanya mengatakan stok Pertalite mulai kosong sejak dini hari.
“Iya, kosong sejak tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB,” katanya.
Selain Pertalite, ia juga mengungkapkan adanya potensi keterbatasan pasokan Solar karena jumlah distribusi yang diterima SPBU dibatasi.
Baca juga : OJK Kediri Gelar Edukasi SICANTIK, Dorong Perempuan Makin Cakap Kelola Keuangan Keluarga
“Solar ini juga berpotensi mengalami kelangkaan karena pasokan yang diterima hanya sekitar 1.500 liter setiap shift,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti keterlambatan distribusi maupun kepastian waktu normalisasi pasokan Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Jombang.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin
