LINGKARWILIS.COM – Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan pada tahun 2024 resmi ditahan atas tiga tuduhan korupsi.
Penangkapan ini menciptakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Korea Selatan, di mana pasangan ini sama-sama berada dalam tahanan.
Keputusan penahanan Kim Keon Hee diambil Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Rabu (13/8/2025) setelah menerima permohonan jaksa khusus yang memimpin penyelidikan.
Kantor berita Yonhap melaporkan, hakim mengabulkan surat perintah tersebut dengan alasan adanya risiko pemusnahan barang bukti.
Drama Korea S Line Episode 4 Makin Mendebarkan, Lee Soo Hyuk Berusaha Keras Memecahkan Kasus!
Tiga tuduhan yang dikenakan terhadap Kim Keon Hee meliputi pelanggaran hukum pasar modal dan investasi keuangan, pelanggaran hukum dana politik, serta penerimaan gratifikasi mewah. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut.
Jaksa menduga Kim meraup lebih dari 800 juta won (sekitar Rp8,3 miliar) melalui manipulasi harga saham Deutsch Motors, dealer BMW lokal, antara 2009 hingga 2012. Ia diduga berkonspirasi dengan pihak lain untuk menaikkan harga saham secara artifisial.
Selain itu, Kim dituduh menerima dana politik ilegal senilai 270 juta won melalui layanan survei gratis, yang kemudian digunakan untuk memengaruhi pemilihan kandidat Partai Konservatif People Power pada pemilihan sela 2022.
Tuduhan ketiga menyebutkan Kim menerima hadiah mewah berupa tas tangan Chanel dan perhiasan mahal dari Gereja Unifikasi, melalui perantara seorang dukun, sebagai imbalan atas perlakuan istimewa terhadap proyek pembangunan di Kamboja.
Bupati Jombang Tinjau Pabrik Korea di Ploso, Dorong Investasi Ramah Lingkungan
Kim sempat menjalani pemeriksaan selama tujuh jam pekan lalu sebelum surat perintah penahanan diajukan. Dalam sidang, ia mengaku kesal karena “bahkan masalah dari sebelum pernikahan terus diungkit.”
Ia kini ditahan di Pusat Penahanan Nambu, barat daya Seoul, terpisah dari suaminya yang sejak Juli lalu mendekam di Pusat Penahanan Seoul.
Yoon Suk Yeol sebelumnya ditahan terkait penyelidikan upaya pemberlakuan darurat militer pada Desember tahun lalu.
Penahanan Kim merupakan kelanjutan dari penyelidikan luas yang dimulai setelah Presiden Lee Jae Myung membentuk tim penasihat khusus pada Juni lalu untuk mengusut 16 dugaan pelanggaran hukum oleh mantan ibu negara.
Editor: Shadinta Aulai Sanjaya





