Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kejelian melihat peluang kerap menjadi titik awal lahirnya seorang wirausahawan muda. Dari pengalaman sehari-hari, seseorang bisa menemukan jalan untuk membangun usaha sendiri, bahkan sejak masih berstatus pelajar.
Hal itulah yang dialami M. Fahriel Gilang Saputra, siswa SMAN Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang kini dikenal luas berkat keterampilannya sebagai tukang pangkas rambut.
Suatu sore dengan langit mendung, seorang pria tampak melangkah menuju sebuah rumah di Desa Ngadiluwih. Rambutnya yang memanjang membuatnya ingin segera merapikan diri. Di sana, ia disambut Farel sapaan akrab Fahriel yang masih mengenakan seragam sekolah.
Tanpa banyak basa-basi, Farel menanyakan model rambut yang diinginkan. “Yang biasa saja, biar terlihat rapi,” jawab sang pelanggan.
Remaja asal Desa Susuhbango, Kecamatan Ringinrejo ini pun mulai memangkas rambut dengan penuh ketelitian. Ia terlihat tenang dan percaya diri menjalani profesinya.
“Kebetulan ini sepulang sekolah. Ada pelanggan yang ingin potong rambut, jadi saya langsung ke sini,” ujar Farel.
Baca juga : Pemkot Kediri Patuhi Putusan MA, Tetap Lanjutkan Proyek Alun-Alun Meski Kontraktor Menolak Hasil Audit
Menjadi tukang cukur bukan perjalanan singkat baginya. Ia memulai semuanya dengan belajar secara otodidak. Ketertarikannya berawal saat melihat kakak sepupunya bekerja sebagai barber. Suatu ketika, ia diminta menjadi model latihan. Dari situlah rasa ingin belajarnya semakin kuat.
“Waktu itu saya hanya mendengarkan penjelasan kakak tentang teknik memotong rambut. Lama-lama saya tertarik dan memberanikan diri untuk belajar,” tuturnya.
Enam bulan sebelum lulus SMPN 1 Ringinrejo, Farel rutin berlatih dan mencari teman untuk dijadikan model. Pada awalnya, ia membutuhkan waktu hingga dua jam untuk memangkas satu orang. Rasa ragu dan kurang percaya diri sempat menghantui.
Namun, berkat ketekunan dan kerja keras, ia terus berkembang. Kini, ia bisa menyelesaikan satu potongan rambut dalam waktu sekitar 10 menit. Tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan gaya rambut dengan keinginan pelanggan.
Setiap sore atau saat libur, Farel membuka jasa cukur gratis untuk teman-temannya. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mengasah keterampilannya selama hampir enam bulan.
Baca juga : Hadapi Tiga Laga Kandang Beruntun, Pelatih Persik Kediri Bidik Kemenangan Sempurna
Setelah lulus SMP, ia mulai bekerja sebagai tukang cukur di Kandat, awalnya hanya pada malam hari saat liburan. Fokus utamanya bukan uang, melainkan meningkatkan skill.
Titik balik dalam perjalanan Farel terjadi ketika sebuah video cukur rambut yang ia unggah di TikTok mendadak viral. Awalnya, ia hanya iseng membuat konten. Saat itu, salah satu temannya terlambat datang ke sekolah dengan rambut panjang. Guru berniat memberi sanksi dengan memotong rambutnya, tetapi sang siswa memilih Farel yang melakukannya.
“Ada teman yang bilang saya bisa motong rambut, lalu diminta sekalian dibuat konten,” katanya.
Tak disangka, dalam hitungan jam video tersebut ditonton jutaan kali. Kini, jumlah penontonnya telah menembus lebih dari 31 juta. Popularitasnya pun melesat hingga ia diundang tampil di televisi nasional.
Tak berhenti di situ, Farel juga mendapat kesempatan mengikuti workshop bersama barber profesional kelas dunia, Josh Lamonaca, serta hair expert Haijoel di Jakarta.
“Dulu saya hanya melihat beliau di YouTube. Bisa bertemu langsung dan belajar teknik memotong rambut terasa seperti mimpi,” kenangnya.
Sejak viral, membuat konten tidak lagi sekadar hobi, melainkan prioritas. Meski demikian, Farel tetap berusaha menyeimbangkan antara sekolah, pekerjaan cukur rambut, dan aktivitas membuat konten.
Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari orang tuanya selama kegiatannya positif dan bermanfaat.
“Semoga skill saya terus berkembang. Saya tidak ingin cepat puas dan ingin membuat konten yang lebih kreatif ke depan,” tutupnya.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





