Tabrak Lari di Tulungagung Terjadi di Dua Lokasi, Anggota Satlantas Luka Parah Saat Amankan Pelaku dari Amukan Massa

Tabrak Lari di Tulungagung Terjadi di Dua Lokasi, Anggota Satlantas Luka Parah Saat Amankan Pelaku dari Amukan Massa
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila saat memberikan keterangan terkait kasus tabrak lari di Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Kasus tabrak lari yang melibatkan MD (62), warga Kelurahan Bago, Kabupaten Tulungagung, ternyata terjadi di dua lokasi berbeda. Insiden tersebut berujung pada pengejaran hingga ke Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, serta menyebabkan seorang anggota Satlantas Polres Tulungagung mengalami luka parah saat berupaya melindungi pelaku dari amukan massa.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di depan Pasar Ngemplak, Tulungagung. Saat itu, mobil Isuzu Panther bernopol AG 1230 OI yang dikemudikan pelaku menabrak sebuah becak motor (bentor) yang sedang berhenti di tepi jalan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Alih-alih berhenti, pelaku justru melaju kencang dan melarikan diri. Sejumlah pengguna jalan pun melakukan pengejaran. Pada saat bersamaan, anggota Satlantas Polres Tulungagung yang tengah patroli diberitahu oleh salah seorang pemotor terkait kejadian tersebut.

Baca juga : Percepat Pembentukan KRPPA 2026, Pemkot Kediri Sosialisasi ke Pemangku Kepentingan

“Ternyata yang melapor kepada petugas kami adalah salah satu warga yang sejak awal ikut mengejar pelaku dari Pasar Ngemplak,” ujar AKP Taufik Nabila, Selasa (10/2/2026).

Setelah menerima laporan, petugas Satlantas berupaya membantu pengejaran. Namun, dalam perjalanan, pelaku kembali terlibat kecelakaan di wilayah Kecamatan Ngantru, Tulungagung, tetapi tetap tidak menghentikan kendaraannya.

Selama pengejaran, petugas berulang kali memberikan peringatan agar pelaku berhenti. Namun, MD tetap melaju dengan kecepatan tinggi menuju arah Kabupaten Kediri.

“Peringatan petugas tidak diindahkan. Pelaku terus melaju kencang seolah berusaha menghindari kejaran petugas dan warga,” jelas Taufik.

Saat memasuki wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, petugas berusaha melakukan blokade untuk menghentikan kendaraan pelaku. Namun, pelaku justru menabrak mobil petugas dan terus melarikan diri.

Pelarian akhirnya terhenti di depan Pasar Kras setelah mobil pelaku menabrak sebuah pom mini milik warga. Massa yang mengejar langsung mengepung kendaraan dan memaksa pelaku keluar. Situasi memanas hingga terjadi pengerusakan mobil dan aksi main hakim sendiri terhadap pelaku.

“Beberapa warga merusak mobil pelaku, dan saat pelaku keluar, ia langsung diserang oleh massa yang emosi,” kata Taufik.

Baca juga : Pemkab Kediri Beri Perpanjangan Waktu Kedua, Penyelesaian Pasar Ngadiluwih Ditarget 21 Maret

Melihat kondisi tersebut, petugas Satlantas berupaya melerai dan melindungi pelaku agar dapat diproses sesuai hukum. Namun, dalam upaya tersebut, seorang anggota bernama Muhadi justru menjadi korban salah sasaran.

Muhadi mengalami luka serius di bagian kepala akibat terkena pukulan benda keras hingga mengeluarkan darah. Sementara itu, pelaku MD juga mengalami luka memar di wajah akibat amukan massa sebelum akhirnya berhasil diamankan.

“Anggota kami terluka saat mengamankan pelaku. Setelah kejadian, pelaku segera dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk mendapatkan perawatan. Kendaraan yang terlibat sudah diamankan Unit Gakkum untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami masih mendalami motif pelaku melarikan diri,” pungkas Taufik.***

Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *