LINGKARWILIS.COM – Artis sekaligus mantan anggota dewan Wanda Hamidah kembali menarik perhatian publik melalui aksi kemanusiaan yang ia lakukan
Wanda Hamidah menjadi satu-satu perwakilan Indonesia yang bergabung dengan sejumlah relawan dari berbagai negara untuk berlayar menuju ke Gaza, Palestina.
Pelayaran Wanda Hamidah untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza tidak berjalan dengan mudah.
Wanda Hamidah beserta rombongan harus menghadapi berbagai tantangan selama pelayaran.
Launching Logo Hari Jadi ke-24, Pemkot Batu Padukan Peringatan dengan World Cleanup Day
Pelayaran Wanda beserta rombongan dimulai pada 16 September 2025 dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia.
Di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi mengalami masalah teknis sehingga membuat Wanda beserta tim terdampar di Port De Peche, Kelibia.
Tidak berhenti disitu, persedian bahan bakar untuk kapal mereka juga sempat hilang yang diduga tercebur ke laut.
Usai bermalam di Kelibia, Wanda beserta rombongan kembali melanjutkan pelayaran menuju Gaza.
Namun kali ini cuaca tidak bersahabat. Angin kencang dan ombak besar menerjang kapal yang mereka tumpangi saat memasuki perairan Italia.
Ada Jejak Judi Online, 1.226 Rekening Bansos di Jombang Terblokir
Kejadian tersebut membuat Wanda dan rombongan memutuskan untuk berhenti di Portopalo Di Capo Passero, Italia.
Disana mereka bertemu dengan beberapa kapal Global Sumud Flotilla, seperti Nusantara, Mali dan ala Edine, serta kapal obsever.
Tak lama usai kembali berlayar dari Portopalo Di Capo Passero, Italia, kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran.
“Ada air memasuki perahu kami / Keiser, kami berlayar kembali ke Portopalo, Sisilia.” keterangannya dalam sebuah unggahan di Instagram Pribadinya.
Insiden tersebut membuat Wanda Hamidah beserta tim harus kembali bermalam di Portopalo.
Remaja di Kota Batu Menghilang, Tinggalkan Surat untuk Keluarga
Pelayaran Wanda Hamidah menuju Gaza ini menjadi kisah yang inspiratif tentang kegigihan, dimana ia rela menghadapi berbagai rintangan demi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Reporter: Rafika Pungky Wilujeng
Editor: Ahmad Bayu





