LINGKARWILIS.COM – Seorang anggota komplotan spesialis pembobolan toko asal Jawa Tengah, Muhammad Rizki (30) warga Kabupaten Magelang, berhasil diamankan aparat kepolisian setelah terlibat dalam aksi pencurian di sebuah toko rokok grosiran di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung.
Dua rekan pembobolan toko tewas ditembak petugas karena melawan saat akan ditangkap. Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto menjelaskan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa, 25 Maret 2025 sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa itu berlangsung di gudang toko rokok grosir milik PT. Sumber Trijaya Lestari yang berlokasi di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung Kota.
Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas menemukan bahwa para pelaku merupakan bagian dari jaringan pencuri spesialis toko dan gudang rokok yang beroperasi di wilayah Jawa-Bali.
Hore! Ribuan Buruh Rokok Dapat Bansos BLT, Disnaker Jombang Pastikan Verifikasi Ketat
Kelompok tersebut diketahui berada di bawah pimpinan Edi Kurniawan alias Triman, yang dikenal sebagai kelompok Jawa Tengah.
“Setelah informasi itu didapat, petugas kami dibantu Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim kemudian melakukan pengejaran,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Jumat (13/6/2025).
Menurut penuturan Nanang, petugas gabungan kemudian melacak keberadaan komplotan ini hingga ke wilayah Bali. Pada Kamis, 30 Mei 2025, tim mendapati para pelaku berada di sana. Petugas pun memilih untuk menunggu hingga mereka kembali melintasi Jawa Timur agar dapat melakukan penyergapan.
Pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, ketiga pelaku yakni Edi Kurniawan (40), Fatkhul Maarif (38) dan Muhammad Rizki (30) terdeteksi bergerak ke arah Jawa Timur menggunakan kendaraan roda empat. Mereka terus dibuntuti aparat di sepanjang tol hingga tiba di exit tol Kejapanan, tempat penyergapan dilakukan.
Cegah Cedera Jelang Porprov, KONI Batu Lakukan Cek Kesehatan Harian Atlet
“Selama perjalanan di sepanjang jalan tol, mereka dibuntuti oleh petugas gabungan, sampai tiba di gerbang tol, petugas kemudian berupaya menghentikan mereka,” ungkapnya.
Nanang menyebutkan bahwa saat kendaraan para pelaku dihentikan, dua dari mereka keluar sambil mencoba menyerang petugas dengan senjata tajam. Karena membahayakan, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan kedua pelaku menggunakan tembakan ke arah dada. A
kibatnya, Edi Kurniawan dan Fatkhul Maarif tewas di tempat. Sementara itu, Muhammad Rizki berhasil diamankan karena tidak melakukan perlawanan.
“Selama pengejaran di tol, mereka sudah melawan dan bahkan berupaya kabur dengan menabrak gerbang exit tol serta hampir menabrak petugas yang menghadang, sehingga saat berhasil disudutkan, petugas terpaksa melumpuhkan karena mereka tetap melawan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Nanang, Muhammad Rizki mengakui keterlibatannya dalam aksi pembobolan gudang tersebut. Ia langsung dibawa ke Markas Ditreskrimum Polda Jawa Timur untuk menjalani proses penyidikan lanjutan.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 378 juta. Saat ini, Muhammad Rizki telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Jatim.
“Kasus itu saat ini tengah ditangani oleh Polda Jawa Timur, informasi terakhir sudah ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.