LINGKARWILIS.COM – Meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas mobil taktis Brimob di Jakarta, menggugah simpati masyarakat di berbagai daerah.
Aksi solidaritas di Kota Malang digelar dengan nuansa damai dan penuh rasa kemanusiaan, Jumat (29/8/2025) petang.
Ribuan massa yang terdiri dari warga, mahasiswa, hingga pengemudi ojol mengawali long march dari Alun-Alun Merdeka menuju Balai Kota Malang.
Dengan pakaian serba hitam sebagai simbol duka, mereka melaksanakan mimbar bebas serta doa bersama bagi Affan Kurniawan dan para korban demonstrasi.
Polres Batu Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Pengemudi Ojol yang Meninggal
Tak hanya itu, bunga dibagikan sebagai tanda belasungkawa sekaligus ajakan perdamaian.
Lilin-lilin yang dinyalakan pun menambah suasana haru di tengah kerumunan massa.
Salah satu pengemudi ojol, Kurnianto (40), mengaku hadir karena dorongan hati, tanpa ada koordinasi besar dari komunitas.
“Kami ingin menunjukkan solidaritas, meski tidak ada perencanaan. Tadi pagi mendadak saya putuskan ikut. Semoga ada keadilan untuk korban dan tidak ada lagi korban berikutnya,” ungkapnya.
Dalam orasi yang berlangsung, massa menyerukan tanggung jawab pemerintah dan kepolisian terhadap kasus kekerasan aparat.
Mereka menuntut adanya evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Sepertinya kejadian seperti ini selalu harus ada korban dulu baru ada sikap dari negara. Kami berharap ini jadi momentum perubahan,” kata salah satu peserta aksi.
Hingga malam hari, massa masih bertahan dengan rangkaian doa bersama. Aksi damai itu menjadi simbol bahwa duka bisa dirawat bersama, sekaligus menyuarakan harapan agar keadilan benar-benar ditegakkan.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





