Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kasus dugaan pembunuhan Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terus menyisakan fakta baru. Terduga pelaku berinisial A (30), yang merupakan anak kandung korban, diketahui sempat mengungkapkan kekesalan dan dendam kepada sang ibu lima hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Fakta tersebut diungkapkan Muhammad Gilang (21), anak ketiga korban sekaligus adik kandung terduga pelaku. Ia mengaku tidak pernah menyangka curhatan sang kakak akan berujung pada dugaan pembunuhan.
“Lima hari sebelum kejadian kami sempat bertemu dan ngobrol biasa. Kakak sempat curhat, bilang kesal dan dendam sama ibu. Saya kira hanya emosi sesaat,” ungkap Gilang, Kamis (29/1/2026).
Baca juga : Langgar Marka Jalan Lurus, Bus Bagong Ditindak Satlantas Polres Kediri Kota
Gilang menuturkan, selama ini A dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan. Komunikasi antaranggota keluarga pun masih terjalin normal sebelum peristiwa tersebut.
“Saya masih sering komunikasi dan ketemu. Sama sekali tidak menyangka kakak akan berbuat sejauh ini,” ujarnya.
Menurut Gilang, A sebelumnya merantau cukup lama di Bali. Biasanya, setiap kali pulang ke Ponorogo, kakaknya itu hanya singgah sebentar. Namun, sekitar tiga bulan terakhir, A menetap lebih lama di rumah keluarga di Sukorejo.
“Sebelumnya di Bali. Kalau pulang ke sini biasanya sebentar, tapi tiga bulan terakhir memang cukup lama tinggal di Sukorejo,” jelasnya.
Di tengah duka mendalam, Gilang berharap sang kakak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat agar proses hukum bisa berjalan dengan jelas.
“Saya berharap kakak ditemukan sehat dan selamat, supaya bisa mempertanggungjawabkan semua yang terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, Tim Resmob Satreskrim Polres Ponorogo masih terus memburu terduga pelaku yang diduga melarikan diri hingga ke wilayah Gunungkidul. Polisi juga masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil otopsi tim forensik, korban Nur Aini mengalami sejumlah luka serius. Pada bagian kepala ditemukan luka akibat benda tumpul dan sayatan, sementara pada bagian leher terdapat luka sayatan benda tajam yang nyaris memutus leher korban.
Penyelidikan intensif masih terus dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang dan motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





