LINGKARWILIS.COM – Dalam kurun waktu delapan bulan terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah mengirim ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Tulungagung ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang untuk menjalani perawatan. Setelah kembali dari RSJ Lawang, sebagian besar ODGJ tersebut menunjukkan perbaikan kondisi dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Subkoordinator Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Tulungagung, Heru Santoso menjelaskan bahwa kerja sama antara Dinkes Tulungagung dan RSJ Lawang telah berlangsung sejak 4 Juni 2024 hingga saat ini. Selama periode tersebut, pihaknya telah mengirim ODGJ dari Tulungagung sebanyak 22 kali untuk mendapatkan pengobatan di RSJ Lawang.
Berdasarkan data yang dimilikinya, dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2025 saja, sekitar 200 ODGJ dari Tulungagung telah dikirim ke RSJ Lawang. Sementara itu, secara keseluruhan, dari 22 kali pengiriman yang telah dilakukan, total sebanyak 577 ODGJ telah mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
“Kalau tahun ini saja ada sebanyak 200an ODGJ yang sudah kami kirim. Sedangkan untuk total akumulasi selama delapan bulan terakhir, setidaknya ada sekitar 577an ODGJ yang sudah kami kirim ke RSJ Lawang,” ujar Heru Santoso, Rabu (5/3/2025).
Harga Cabai Rawit di Tulungagung Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Ini Penyebab Utamanya!
Setelah menjalani perawatan di RSJ Lawang, Heru mengungkapkan bahwa ratusan ODGJ yang telah kembali menunjukkan kondisi yang baik dan terkendali, sesuai dengan hasil status psikometri mereka. Kondisi mereka dinilai cukup stabil sehingga memungkinkan untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Namun, untuk mencapai pemulihan yang optimal, ODGJ tersebut masih memerlukan pendampingan dari puskesmas setempat. Selain itu, dukungan dari keluarga juga sangat penting agar mereka dapat rutin menjalani kontrol dan mengonsumsi obat sesuai anjuran.
“Dengan begitu, kondisi kejiwaan mereka secara perlahan bisa pulih layaknya orang normal. Namun jika pendampingan maupun kontrolnya terkendala, kondisi kejiwaan mereka pasti akan kembali bermasalah lagi,” jelasnya.
Heru juga menyebut bahwa jumlah total ODGJ di Kabupaten Tulungagung saat ini mencapai sekitar 2.116 orang, dengan kategori ODGJ berat atau yang sulit dikendalikan. Penanganan terhadap ODGJ ini tidak dapat dilakukan tanpa keterlibatan keluarga dalam memberikan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Gegara Miras, Pemuda Malang Nekat Curi Ratusan Butir Telur Ayam
Menurutnya, hal ini terbukti dari adanya ODGJ yang harus kembali menjalani perawatan di RSJ Lawang meskipun sebelumnya telah dinyatakan dalam kondisi stabil. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar kondisi mereka tetap terjaga.
“Kalau ingin dinyatakan sembuh total, pendampingan kejiwaan dari pasien ODGJ ini harus dilakukan secara rutin. Begitu pun resep obat yang diberikan juga harus terus dikonsumsi oleh pasien. Hal-hal seperti ini tentunya perlu support dari pihak keluarga jika ingin anggota keluarganya sembuh,” pungkasnya.




