LINGKARWILIS.COM – Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mengadakan beberapa program kerja, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi di sekolah dasar.
Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan yakni pemilahan sampah dan melakukan praktek langsung pemanfaatan sampah anorganik berupa kaleng bekas menjadi pot yang berguna. Kegiatan ini dilakukan bersama siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri Mojowangi 02 pada tanggal 24 hingga 25 Juli 2025 dengan antusias salama rangkaian acara berlangsung.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN FP UB berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui pendekatan edukatif yang sederhana dan aplikatif, siswa didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya dalam menerapkan pendidikan lingkungan yang menyenangkan dan membentuk generasi yang sadar akan pentingnya menjaga bumi.

Pada hari pertama, Kamis 24 Juli 2025 mahasiswa menggelar sosialisasi mengenai pemilahan sampah. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan juga sampah B3.
Para siswa belajar tentang bagaimana sampah organik seperti sisa makanan dapat terurai secara alami, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kaleng membutuhkan waktu lama untuk terurai namun bisa dimanfaatkan kembali.
Tak kalah penting, mahasiswa juga menekankan bahaya dari sampah B3 seperti baterai dan obat nyamuk semprot jika dibuang sembarangan, karena dapat mencemari tanah dan air, bahkan membahayakan kesehatan manusia.
Melalui media visual, permainan interaktif, dan dialog santai yang disesuaikan dengan usia siswa. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan keaktifan mereka saat diajak berdiskusi.

Hari kedua, Jumat 25 Juli 2025 mahasiswa KKN mengajak para siswa untuk mempraktikkan langsung prinsip daur ulang melalui kegiatan kreatif.
Kaleng biskuit bekas yang sudah tidak terpakai dibersihkan, dan diubah menjadi pot tanaman. Setelah pot selesai dibuat, para siswa kemudian menanam bibit sawi hijau di dalamnya.
Hasil karya siswa ini tidak dibawa pulang, melainkan ditempatkan di lingkungan sekolah. Harapannya, pot sawi tersebut bisa menjadi contoh nyata bagi siswa-siswa lainnya dan menginspirasi mereka untuk ikut melakukan hal serupa.
“Pot-pot ini kami letakkan di sekolah supaya teman-teman dari kelas lain mencontoh di sekolah atau dirumahnya. Semoga dari kegiatan ini bisa memicu semangat mereka juga untuk lebih peduli lingkungan,” ujar salah satu mahasiswa KKN
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. Guru-guru mengapresiasi metode pembelajaran yang menyenangkan dan langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa tidak hanya belajar teori tentang lingkungan, tetapi juga mengasah kreativitas dan rasa tanggung jawab terhadap alam.
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian program KKN mahasiswa FP UB di Desa Mojowangi selama satu bulan penuh. Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, mahasiswa berharap nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini dan menjadi bagian dari budaya sekolah.
Penulis : Alisha Kharen Sanjaya/Armilda Nirwasita
Editor: Shadinta Aulia
