KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia olahraga melalui pemberian beasiswa kepada 50 atlet berprestasi, salah satunya bahkan telah mengukir prestasi di ajang tingkat Asia.
Beasiswa ini secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri pada Jumat (23/5/2025).
“Ini adalah wujud dukungan kami agar kalian tak hanya bersinar di arena olahraga, tetapi juga mampu mencetak prestasi di bidang akademik,” ujar Dewi Mariya Ulfa dalam sambutannya.
Baca juga : Warung Murah Tugurejo 86, Surga Kuliner Jawa Rumahan di Kawasan Industri Kediri
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan ini diberikan berdasarkan pencapaian para atlet selama tahun 2024 hingga 2025. Nilai beasiswa disesuaikan dengan tingkat prestasi masing-masing penerima.
“Beasiswa ini untuk mendukung pembinaan sekaligus pendidikan para atlet, termasuk atlet disabilitas dari NPCI,” jelas Hakim.
Dari total penerima, 43 atlet berasal dari KONI dan 7 lainnya dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI). Salah satu atlet NPCI bahkan terpilih memperkuat tim nasional sepak bola penyandang disabilitas dalam kejuaraan tingkat Asia.
Baca juga : Gejolak Internal Karang Taruna Kota Kediri, Dinsos Akan Laporkan ke Wali Kota
Salah satu penerima beasiswa yang mencuri perhatian adalah Ahmad Zulfan Dwi Sadewa, peraih Juara 1 Davis Junior International Tournament. Ayahnya, Suyanto—yang juga menjadi pelatih pribadi Zulfan—menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi pemerintah terhadap anaknya.
“Dukungan ini sangat berarti. Semoga menjadi motivasi bagi Zulfan untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Kediri di level nasional hingga internasional,” ungkap Suyanto.
Dengan adanya program ini, diharapkan tumbuh lebih banyak atlet tangguh dari Kabupaten Kediri yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga cerdas secara akademik.***
Editor : Hadiyin





