Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Upaya mencegah perkembangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) menuju stadium lanjut atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Hasilnya, sebagian besar pengidap HIV di wilayah tersebut telah mengikuti terapi Antiretroviral (ARV). Namun demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung masih menghadapi pekerjaan rumah berupa sejumlah pasien yang tidak melanjutkan pengobatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengungkapkan bahwa total kasus HIV di Tulungagung mencapai 4.350 orang. Pemerintah, kata dia, sedang memperkuat penanganan melalui pengobatan rutin untuk memutus rantai penularan.
Berdasarkan data, tercatat 3.954 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah memulai terapi ARV sejak terdiagnosis. Namun masih ada 396 pasien yang tidak melanjutkan terapi atau sama sekali belum mengakses layanan pengobatan.
Baca juga : Warganet Ramai Pertanyakan Kehadiran Trans Jatim di Kediri Raya, Ini Penjelasan Resminya
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami, karena masih ada pasien yang putus obat maupun yang belum tersentuh layanan sama sekali,” ujar Desi Lusiana Wardani, Kamis (4/12/2025).
Selain itu, pihaknya juga menemukan 1.113 pasien HIV yang tidak aktif menjalani terapi ARV lebih dari dua tahun terakhir. Kondisi ini berisiko mempercepat perkembangan virus, terlebih jika penderita masih melakukan perilaku seksual berisiko. Padahal, dengan pengobatan rutin, jumlah virus bisa ditekan hingga tidak terdeteksi dan mencegah pasien masuk ke tahap AIDS.
“Selama pasien patuh minum ARV dan datang sesuai jadwal terapi, risiko penularan dapat ditekan. Karena itu kami kini fokus melakukan penelusuran kembali pasien yang putus pengobatan,” jelasnya.
Desi menyebutkan beberapa penyebab pasien memilih menghentikan terapi, antara lain mobilitas kerja tinggi, kurangnya dukungan keluarga, hingga ketakutan terhadap stigma dan diskriminasi—faktor yang disebutnya paling dominan.
Baca juga : Pasca Penertiban, PKL Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus Siap Ditata Menjadi Pusat Jajanan Baru Kota Kediri
Padahal saat ini, akses ARV di Tulungagung sudah sangat mudah, tersedia di 34 puskesmas dan rumah sakit. Selain obat, pasien juga memperoleh layanan konseling dan pendampingan.
“Kami menegaskan bahwa penanganan HIV harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan layanan ramah, dan edukasi berkesinambungan agar penularan benar-benar bisa ditekan,” tandasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





