Kediri, LINGKARWILIS.COM – Jika anda mengunjungi Pasar Pahing di Jln HOS Cokroaminoto Kota Kediri, di sebelah selatan pasar induk, pasti akan melihat banyak pengusaha mebel kayu yang berjajar rapi. Produk berupa meja, kursi, almari, meja belajar dan produk lainnya baik yang sudah dipolitur maupun masih mentah dipampang agar menarik minat pembeli.
Salah satu usaha mebel di lokasi tersebut yang terkenal adalah Mebel Toseran yang sudah bertahun-tahun dikenal masyarakat dan dikelola secara turun temurun, Mebel Toseran konsisten melayani pelanggan atau pembeli.
Dibalik konsistensi usaha Mebel Toseran, terdapat kisah keteguhan dan perjuangan keluarga. Usaha mebel yang kini dikenal luas itu pernah luluh lantak dilahap api akibat kebakaran hebat. Peristiwa itu menimbulkan kerugian besar dan masa sulit bagi keluarga pendirinya. Namun dari puing-puing kenakaran itulah semangat untuk bangkit justru tumbuh semakin kuat.
Baca juga : Dishub Kediri Tambah Dua Titik ATCS Jelang Akhir Tahun, Pantau Lalu Lintas Jadi Lebih Optimal
Kini, tongkat estafet pengelola usaha tersebut dipegang Sultoni Hamid (54) atau yang akrab disapa Pak Thoni, penerus generasi ketiga yang mewarisi bisnis ini dari sang kakek. Ia mengenang masa awal usaha keluarganya yang sederhana sebelum berkembang seperti sekarang.
“Dulu mebelnya tidak sebesar sekarang,” ujar Pak Thoni dengan nada penuh syukur, Senin (13/10/2025).
Sejak awal berdiri hingga kini, Mebel Toseran selalu konsisten berada di area Pasar Pahing tidak pernah berpindah lokasi. Di tempat inilah sejarah panjang keluarga itu terukir, mulai dari masa kejayaan, cobaan akibat kebakaran, hingga kebangkitan yang menginspirasi.
Sebelum benar-benar mengambil alih usaha keluarga, Pak Thoni sempat merantau ke Dumai, mencari pengalaman dan membangun kemandirian. Meski menyandang status sebagai ahli waris, ia tetap meniti karier dari bawah dan bekerja keras layaknya karyawan lain.
Baca juga : Pura-pura Jadi Wali Santri, Pencuri Spesialis Ponpes Ditangkap di Kepung Kediri
“Walaupun saya penerus, saya harus siap kerja keras, siap rekoso, dan mulai dari nol,” ungkapnya tegas.
Filosofi kerja keras itu menjadi fondasi kuat kebangkitan Mebel Toseran. Di bawah kepemimpinannya, usaha ini kembali berkembang pesat dan menjadi salah satu toko perabot paling dikenal di kawasan Kediri.
Bagi Pak Thoni, keberhasilan sejati bukanlah tentang warisan harta, melainkan warisan semangat pantang menyerah dan kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan.
Kini, Mebel Toseran bukan hanya sekadar tempat jual beli perabot, tetapi juga simbol keteguhan keluarga yang menjadikan kerja keras sebagai warisan paling berharga.***
Reporter : Dhiya Azkiyah
Editor : Hadiyin





