KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Kendati Kabupaten Kediri telah dinyatakan bebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat tetap melanjutkan program vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif agar ternak tetap memiliki daya tahan tubuh yang optimal dan tidak kembali terpapar virus, baik PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa tim kesehatan hewan (keswan) terus bergerak di lapangan melakukan pemantauan, evaluasi, serta vaksinasi berkelanjutan, terutama pada sapi yang belum pernah mendapatkan vaksin sejak kemunculan kasus PMK.
“Kami ingin sapi-sapi di Kabupaten Kediri memiliki kekebalan tubuh yang prima. Kami juga terus bersinergi dengan peternak untuk menjaga kesehatan hewan secara menyeluruh,” ujar Tutik.
Baca juga : Tarif Parkir di Acara Mahakarya di Kota Kediri Dikeluhkan Pengunjung, Rp10 Ribu Tanpa Karcis
Selain menyasar peternakan, tim DKPP juga melakukan pemeriksaan rutin di pasar-pasar hewan. Tujuannya memastikan bahwa sapi yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak jual, dan tidak membawa penyakit menular.
“Kami terapkan sistem pemeriksaan berkelanjutan agar lalu lintas hewan ternak tetap aman. Kami tidak ingin PMK atau LSD kembali merebak di wilayah ini,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen DKPP untuk menjaga kesehatan dan kualitas ternak di Kabupaten Kediri secara menyeluruh, tidak hanya saat wabah, tetapi juga dalam masa pemulihan dan pencegahan jangka panjang.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





