MUTUN 2026 Tebuireng Khatam Sahih Bukhari, Sanad Keilmuan Tersambung ke Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari

MUTUN 2026 Tebuireng Khatam Sahih Bukhari, Sanad Keilmuan Tersambung ke Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari
Peserta Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026 mengikuti khataman dan sambung sanad kitab Sahih Bukhari hingga jalur keilmuan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Rabu (7/10/2026). (istimewa)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Tradisi keilmuan pesantren kembali mengemuka di Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Para peserta Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026 mengikuti khataman sekaligus sambung sanad kitab Sahih Bukhari yang jalur keilmuannya tersambung hingga Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng sejak Senin (5/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026). Prosesi sambung sanad dan ijazah Sahih Bukhari dipimpin salah satu masyayikh Pesantren Tebuireng, KH Mutohharun Afif.

Dalam prosesi tersebut, peserta memperoleh ijazah kitab Sahih Bukhari dengan sanad keilmuan yang disebut tersambung hingga KH Muhammad Hasyim Asy’ari melalui jalur KH Idris Kamali.

Sambung sanad menjadi salah satu bagian penting dalam MUTUN 2026. Kegiatan ini tidak sekadar mengajak peserta membaca dan mengkaji kitab hadis, tetapi juga memperkenalkan tradisi transmisi keilmuan yang selama ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan pesantren.

Baca juga : Sebanyak 16 PPPK Paruh Waktu Jombang Pilih Mundur, 4.010 Lanjutkan Pengabdian

Kegiatan tersebut diikuti Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Rais Marhalah Tsaniyah, Ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA), jajaran idariyyin, serta peserta MUTUN 2026.

Rangkaian khataman diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin KH Mutohharun Afif. Setelah itu, peserta membaca bagian Sahih Bukhari atau maqra’ yang sebelumnya telah dibagikan hingga seluruh rangkaian khataman selesai.

Khataman Sahih Bukhari bukan tradisi baru di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Kegiatan serupa telah dilaksanakan sejak 2023, dengan inspirasi dari khataman Sahih Bukhari yang digelar PCNU Jombang sejak 2020.

Selain menjadi bagian dari pembelajaran hadis, kegiatan khataman juga dimaknai sebagai ikhtiar sekaligus doa untuk memohon keselamatan dan menolak bala.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari KH Ahmad Roziqi mengatakan, sambung sanad dan ijazah Sahih Bukhari merupakan bagian dari upaya membiasakan mahasantri membaca kitab-kitab hadis.

Menurutnya, tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperoleh keberkahan dan menjaga kesinambungan sanad keilmuan di lingkungan pesantren.

Baca juga : Bupati Kediri Mas Dhito Sebut Angka Penurunan Stunting Harus Real, Bukan untuk Membuat Senang Bupati

“Kegiatan sambung sanad dan ijazahan ini bertujuan untuk membiasakan para mahasantri membaca kitab-kitab hadis,” ucap Roziqi kepada awak media, Rabu (7/10/2026).

Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga kesinambungan keilmuan pesantren tidak terputus.

“Kegiatan itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan sanad keilmuan yang tersambung hingga Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari,” imbuhnya.

Sambung sanad Sahih Bukhari menjadi salah satu agenda dalam MUTUN 2026. Forum tersebut mengangkat tema Developing Hadith Studies in Pesantren, From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge.

Roziqi menjelaskan, tema tersebut menyoroti pengembangan studi hadis di pesantren, khususnya bagaimana tradisi transmisi ilmu yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus dikembangkan menjadi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Tema tersebut mengangkat pengembangan studi hadis di pesantren, khususnya bagaimana tradisi transmisi ilmu yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus berkembang menjadi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” terangnya.

Melalui MUTUN 2026, tradisi kajian hadis di lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu berkembang melalui kajian dan produksi pengetahuan yang sesuai dengan tantangan zaman.***

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *